Logo Bloomberg Technoz

Yongchang Chin dan Alex Longley - Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak dunia mengalami perbaikan usai turun pada hari sebelumnya, dengan dorongan nada hawkish dari pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed, terbebani ekspektasi kalau pemangkasan suplai minyak oleh negara OPEC+ akan memperketat pasar.

Kontrak minyak West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$69/barel pada Kamis waktu setempat, setelah sempat turun 1,7% di sesi sebelumnya. Fed memutuskan untuk menghentikan pengetatan dengan menahan tingkat bunga, meski juga ditegaskan upaya hawkish masih akan terjadi guna menjinakkan inflasi, dikatakan Ketua Fed Jerome Powell.

Pernyataan terbaru bank sentral menimbulkan kekhawatiran baru bahwa suku bunga yang lebih tinggi dapat memicu resesi pada ekonomi AS.

Sementara, hanya dua minggu menjelang langkah Arab Saudi untuk mengurangi produksi, minyak dari kawasan Timur Tengah mengalami kenaikan nilai relatif terhadap barel, yang dipasok dari seluruh dunia. Apakah itu karena pemangkasan tersebut memperketat pasar, hingga menjadi sulit untuk dinilai. Patut disimak aktivitas perdagangan tertinggi selama bertahun-tahun di pricing window, ditentukan oleh harga patokan Dubai di kawasan.

Harga minyak WTI pasca putusan bank sentral menahan tingkat bunga acuan, 15 Juni 2023. (dok Bloomberg)

Harga minyak pada aktivitas perdagangan New York telah terpangkas 15% sepanjang tahun, namun mengalami berikan sejak awal Mei pasca kekhawatiran perlambatan di AS. Juga dipicu oleh lesunya perbaikan ekonomi China, dengan pergulatan rencana pemotongan pasokan oleh Arab Saudi.

Permintaan China akan minyak naik 17% bulan lalu, dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Sementara produksi minyak secara industri juga mengalami kenaikan, meski tipis, berdasarkan data resmi yang dirilis Kamis.

“Banyak yang memprediksi harga minyak turun karena permintaan lemah,” tetapi data tidak mendukung teori tersebut, kata Giovanni Staunovo. “Persediaan minyak global yang terlihat tidak turun dalam empat bulan pertama tahun ini karena pertumbuhan suplai juga solid.”

Meskipun ada hal baik dari sisi permintaan, secara umum yang suram telah menjadikan Wall Street meninggalkan prediksi untuk reli harga. UBS maupun JPMorgan Chase & Co. telah menarik kembali perkiraan harga mereka dalam beberapa hari terakhir.

(bbn)

No more pages