Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan penggabungan atau merger antara PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) dan PT Bank NationalNobu Tbk (NOBU) akan terus berjalan, meskipun keduanya sudah memenuhi modal minimum.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyatakan rencana merger Bank MNC dan Bank Nobu akan terus berjalan. 

"Alasan mereka merger bukan dalam rangka pemenuhan modal inti Rp3 triliun tapi untuk sinergi, membuat bank berskala signifikan untuk memberikan kontribusi signifikan kepada Indonesia," ujar Dian Rae kepada Bloomberg Technoz, Selasa (13/6/2023).

Dia menegaskan bahwa batas waktu pemenuhan modal inti sudah berakhir pada akhir tahun lalu atau 31 Desember 2022. Sesuai aturan, bank yang tidak memenuhi modal minimum akan turun kelas menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Sebagai informasi Bank MNC baru saja melaporkan kinerja keuangan Kuartal I-2023. Pada laporan tersebut, bank yang dikendalikan oleh Hary Tanoesoedibjo ini mencatatkan ekuitas Rp3,53 triliun dengan modal inti Rp3,34 triliun.

Selama kuartal I-2023, terjadi penambahan modal Rp801 miliar dalam bentuk inbreng tanah dan bangunan gedung MNC Bank Tower. Pemasukan tersebut diperhitungkan sebagai titipan modal yang akan dikompensasikan menjadi saham dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku dibidang pasar modal. 

Dalam siaran pers kinerja keuangan kuartal I-2023, manajemen Bank MNC menyatakan bahwa berdasarkan surat OJK No. SR-49/PB.32/2023, dana setoran modal sebesar Rp802 miliar disetujui untuk dicatat sebagai Dana Setoran Modal dalam perhitungan komponen Modal Inti.

Setali tiga uang, Bank Nobu yang dikendalikan oleh Grup Lippo mendapatkan suntikan modal senilai Rp900,1 miliar pada akhir Maret 2023. Dengan tambahan modal disetor ini, modal Bank Nobu menembus Rp3,18 triliun.

Dalam laporan keuangan dinyatakan bahwa dana tersebut merupakan uang muka setoran modal dari sejumlah perusahaan milik Grup Lippo, yakni PT Prima Cakrawala Sentosa, PT Putera Mulia Indonesia, PT Inti Anugerah Pratama, dan PT Starpasifik Tbk. Setoran modal dilakukan tepat pada 31 Maret 2023.

"Penempatan dana setoran modal tersebut telah disampaikan kepada OJK melalui surat No. 0543/01/DIR/IV/2023 tanggal 3 April 2023," tulis catatan laporan keuangan Bank Nobu.

(dba/wep)

No more pages