Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Emiten perbankan syariah PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) kembali melemah dan mencatatkan diri di zona merah dalam 3 hari berturut-turut hingga pada perdagangan hari ini Jumat (9/6/2023). Harga saham kini tercatat menjadi yang paling anjlok dalam sejak 6 April 2020 atau 3 tahun terakhir.

Laju saham anak usaha Sumitomo Mitsui Banking Corporation asal Jepang ini ambles 11% dalam sebulan terakhir ke harga Rp1.895/saham. Adapun sepanjang tahun berjalan (Year-to-Date/YtD), pergerakan saham BTPS anjlok mencapai 31,9%. Dengan kapitalisasi pasar saat ini hanya tersisa Rp14,6 triliun. Terus turun sejak awal tahun yang kala itu mencapai angka Rp21,4 triliun.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) saham BTPS ditransaksikan sejumlah 2.894 kali dengan volume sebesar 15 juta saham, dan nilai transaksinya sebesar Rp28,6 miliar.

Salah satu sebab koreksinya saham BTPS yang begitu masif, investor asing gencar “meninggalkan” saham BTPS. Tercatat sepanjang Juni 2023, saham BTPS dilakukan aksi jual bersih (Net Sell) mencapai Rp47,37 miliar. Lebih jauh, sepanjang 2023 atau dalam tahun berjalan, saham BTPS dilego hingga mencapai Rp545,74 miliar.

Pergerakan Harga Saham BTPS Downtrend, Lower Low (Bloomberg)

Berdasarkan analisis teknikal, pergerakan harga saham BTPS terkonfirmasi dalam tren bearish dengan terus mencetak lower low. Adapun level krusial saat ini ada pada harga Rp1.895–Rp1.885/saham.

Apabila break support tersebut pada trendline garis putih, koreksi saham BTPS akan menuju level terdalamnya mencapai Rp1.805–Rp1.640/saham. Maka, potensial downside hingga 13%.

Sentimen lainnya ialah, kekhawatiran tingkat kinerja BTPS yang mencetak kenaikan pembiayaan bermasalah (Net Performing Financing/NPF) dalam kelangsungan operasional perbankannya.

Adapun BTPN Syariah mencatatkan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) gross mencapai sebesar 3% pada kinerja kuartal I-2023, meningkat signifikan dibandingkan setahun sebelumnya yang tercatat hanya 2,41%. Hal tersebut terungkap dalam laporan keuangan kuartal I-2023 yang dipublikasikan Perseroan.

Meski demikian, bank ini tergolong memiliki margin yang cukup tinggi di antara bank syariah maupun bank nasional lainnya. Hal ini tercermin dari net imbalan yang berada di 25,37% pada kuartal I-2023, yang didorong oleh pembiayaan bermargin tinggi untuk segmen mikro dan productive poor.

Hal ini yang juga mendorong rentabilitas BTPS tergolong tinggi di antara bank nasional, dengan return on equity (ROE) di 21,29% dan return on assets (ROA) di 9,98% pada kuartal I-2023. BTPS rutin membagikan dividen yang sebagian besar dinikmati oleh induk usaha.

(fad/dba)

No more pages
Ramadan 2025