Bloomberg Technoz, Jakarta - Negara akan memperoleh pemasukan Rp80,2 triliun tahun ini. Setoran dividen ini berasal dari dividen perusahaan pelat merah.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, dividen tersebut merupakan pencapaian bersejarah karena tidak pernah setinggi itu sebelumnya. Nilai itu dikontribusikan perusahaan pelat merah dari berbagai lini bisnis.
Dari 31 BUMN yang ada saat ini, tidak semua menyetorkan dividen kepada negara. Sebaliknya, dalam daftar perusahaan pelat merah yang menjadi penyumbang dividen, ada BUMN yang mencatatkan nilai kontribusi terbesar hingga triliunan rupiah.
Dari total BUMN, penyumbang dividen terbanyak berasal dari perusahaan pelat merah berstatus persero yang belum mencatatkan sahamnya di Bursa. Tercatat ada 9 BUMN berstatus persero non-publik yang memberikan kontribusi bagi dividen dengan nilai total mencapai Rp 29,97 triliun. Sementara itu, terdapat tujuh BUMN yang berstatus publik atau Tbk yang menyumbang dividen dengan total mencapai Rp67,5 triliun.
Berikut daftar perusahaan BUMN non-publik dan terbuka yang menyetor dividen paling besar selama 2023.
Non-publik:
- PT Pertamina (Persero) menduduki peringkat pertama dalam daftar penyetor dividen terbesar. Di mana, perseroan akan memberikan dividen sebesar Rp 13,51 triliun.
- Holding BUMN Pertambangan atau Indonesia Asahan Aluminium (MIND) dengan nominal dividen Rp 7,45 triliun.
- PT Pupuk Indonesia (Persero) mencapai Rp 5,0 triliun.
- PT PLN (Persero) dengan nilai dividen yang diproyeksikan mencapai Rp 2,18 triliun.
- PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Rp1,37 triliun.
- PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI yang menempati peringkat keenam dalam daftar BUMN non terbuka pemberi dividen tahun ini. Nominal sumbangsinya mencapai Rp 127 miliar.
- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dengan target kontribusi Rp 101 miliar.
- Perum Perhutani senilai Rp 99 miliar.
- PT Bio Farma (Persero) sebesar Rp 70 miliar.
BUMN Tbk
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) sebesar Rp 14,05 triliun
- PT Bank Mandiri Tbk sebesar Rp24,7 triliun
- PT Bank Negara Indonesia Tbk, (BNI) Rp18,31 triliun
- PT Bank Tabungan Negara Tbk(BTN) Rp 609 miliar
- PT Telkom Indonesia Tbk sebesar Rp8,6 triliun
- PT Semen Indonesia Tbk sebesar Rp847,60 miliar
- PT Jasa Marga Tbk sebesar Rp384 miliar
(evs/dhf)