Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Jajaran BUMN Karya termasuk yang saat ini tengah menghadapi kemelut utang jatuh tempo, kemungkinan akan mendapatkan suntikan modal segar dari pemerintah. 

BUMN tersebut di antaranya adalah PT Hutama Karya (Persero), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), yang masing-masing akan diberikan injeksi modal segar berupa Penanaman Modal Negara (PMN) sebesar Rp12,5 triliun dan Rp8 triliun.

Melansir Bloomberg News, Menteri BUMN Erick Thohir di Gedung DPR-RI hari ini menyatakan, pemerintah berencana menyuntik permodalan BUMN konstruksi yakni Hutama Karya dan Wijaya Karya tahun ini.

  • Hutama Karya akan menerima Rp12,5 triliun yang akan digunakan untuk menolong PT Waskita Karya Tbk (WSKT) untuk menyelesaikan beberapa proyek pembangunan jalan tol.
  • Wijaya Karya akan menerima suntikan modal Rp8 triliun yang akan digunakan untuk memperbaiki struktur permodalan perseroan.

Sebelumnya, pemerintah memang sudah mengalokasikan suntikan modal sebesar Rp28,9 triliun untuk Hutama Karya tahun ini. Adapun alokasi modal segar untuk Wijaya Karya tidak ada.

Proyek yang Bikin WIKA "sakit"

Emiten BUMN Karya PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mengungkapkan sejumlah proyek memicu neraca keuangannya menjadi terganggu. Kondisi ini yang membuat WIKA mengajukan program restrukturisasi utang.

Manajemen belum mengungkapkan secara gamblang proyek mana saja yang dimaksud. Namun, WIKA memiliki banyak proyek, yang bukan hanya sebagai kontraktor, tapi juga sebagai investor di dalamnya.

"WIKA memiliki beberapa proyek penyertaan modal, WIKA ikut di dalamnya," ujar Mahendra Wijaya, Corporate Secretary WIKA kepada Bloomberg Technoz belum lama ini.

Sebagian proyek sudah selesai dan tinggal menunggu divestasi, sesuai dengan model bisnis WIKA. "Sebagian ada juga yang masih tahap konstruksi dan belum rampung, sehingga masih dalam tahap penyelesaian," imbuh Mahendra.

Menilik laporan keuangan kuartal III-2023, WIKA mencatat aset investasi total senilai Rp14,31 triliun. Nilai ini berasal dari investasi entitas terafiliasi sebesar Rp2,13 triliun dan investasi pada ventura bersama Rp11,99 triliun.

-- dengan bantuan laporan Chandra Asmara dari Bloomberg News.

(rui)

No more pages