Logo Bloomberg Technoz

Grant Smith, Nayla Razzouk, Fiona MacDonald, dan Ben Bartenstein - Bloomberg News

Bloomberg, Arab Saudi akan melakukan pemotongan produksi minyak dunia tambahan sebesar 1 juta barel per hari sebagai bagian dari kesepakatan yang dicapai oleh OPEC+ setelah berjam-jam tawar-menawar yang menegangkan.

Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengumumkan pengurangan tersebut dalam sebuah pernyataan yang lagi-lagi mengejutkan pasar. Langkah Saudi adalah bagian paling penting dari kesepakatan OPEC+ itu, yang juga mencakup kesepakatan untuk memperpanjang pemotongan produksi minyak negara-negara di kelompok itu hingga 2024. 

Pemenang utama dari pembicaraan akhir pekan adalah Uni Emirat Arab, yang mendapat tambahan kuota untuk tahun depan setelah negara-negara Afrika diminta untuk menyerahkan sebagian dari kuota mereka yang tidak terpakai.

Pertemuan di akhir pekan yang panjang ini dilatarbelakangi oleh harga minyak yang sulit, karena permintaan yang tidak pasti dan data ekonomi China yang lemah.

Pemotongan tambahan akan membuat produksi Saudi di bawah 9 juta barel per hari untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade ini, yang tidak termasuk keadaan luar biasa dari serangan terhadap fasilitas produksi Abqaiq dan pandemi Covid-19.

Anggota OPEC di Afrika barat, bersama dengan beberapa sekutu non-OPEC dalam kelompok OPEC+ telah setuju untuk menerima target produksi yang lebih rendah untuk tahun 2024. Anggota non-OPEC itu termasuk, Rusia, Azerbaijan, Malaysia, Brunei, dan Sudan.

Adapun target baru untuk Angola, Nigeria, Kongo, dan Rusia akan dinilai secara independen dan mungkin diubah lagi sebelum diberlakukan. 

Mengimbangi pemotongan itu, Uni Emirat Arab akan meningkatkan target produksinya menjadi 200.000 barel per hari mulai Januari.

(bbn)

No more pages