Logo Bloomberg Technoz

Tarif Trump Perumit Tugas The Fed di Tengah Ancaman Resesi

News
03 April 2025 09:20

Jerome Powell, Ketua the Fed (Dok: Bloomberg)
Jerome Powell, Ketua the Fed (Dok: Bloomberg)

Jonnelle Marte, Maria Eloisa Capurro dan Amara Omeokwe - Bloomberg News

Bloomberg, Langkah agresif yang diumumkan Presiden AS Donald Trump pada Rabu (02/04/2025) terkait tarif impor diperkirakan akan semakin mempersulit tugas bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) dalam mengatasi inflasi dan menghindari penurunan ekonomi. Hal ini kemungkinan akan membuat pejabat bank sentral AS tetap berada dalam mode menunggu untuk melihat dampaknya.

“Ini pada dasarnya adalah skenario terburuk kami,” ujar Diane Swonk, kepala ekonom di KPMG, yang mengatakan bahwa tarif tersebut meningkatkan kemungkinan terjadinya pelambatan ekonomi di AS.

Namun, Swonk dan ekonom lainnya mengatakan bahwa pejabat The Fed kemungkinan akan menunda penurunan suku bunga untuk mendorong ekonomi, sembari menilai dampak dari tarif tersebut terhadap inflasi.

Tarif yang diumumkan Trump lebih keras dari yang diperkirakan banyak analis dan diperkirakan akan menaikkan harga barang-barang yang diimpor setiap tahunnya, jika tarif tersebut diterapkan. Perang dagang yang meluas, dengan tarif balasan yang semakin meningkat antara AS dan negara-negara lain, dapat mengganggu rantai pasokan, memicu kembali inflasi, dan memperburuk proyeksi ekonomi yang semakin suram.