Logo Bloomberg Technoz

Korban Gempa Myanmar Diperkirakan 800 Orang Lebih

News
29 March 2025 13:15

Petugas dengan unit K9 mencari korban di lokasi bangunan yang runtuh usai gempa bumi di Bangkok, Thailand, Jumat (28/3/2026) (Andre Malerba/Bloomberg)
Petugas dengan unit K9 mencari korban di lokasi bangunan yang runtuh usai gempa bumi di Bangkok, Thailand, Jumat (28/3/2026) (Andre Malerba/Bloomberg)

Pathom Sangwongwanich, Khine Lin Kyaw dan Jackie Cai-Bloomberg News

Bloomberg, Myanmar mengatakan bahwa jumlah korban tewas akibat gempa bumi dahsyat pada hari Jumat telah meningkat menjadi lebih dari 800 orang, sementara para petugas penyelamat di negara tetangga Thailand masih terus melakukan pencarian terhadap puluhan orang yang hilang akibat runtuhnya sebuah gedung bertingkat di Bangkok.

Gempa berkekuatan 77,7 magnitudo (SR) di Myanmar, yang merupakan yang terbesar dalam satu abad terakhir, juga melukai lebih dari 2.000 orang dan 68 orang hilang, menurut otoritas informasi setempat State Administration Council.

Pihak berwenang di Bangkok mengatakan 10 orang tewas, 16 terluka dan sekitar 101 orang hilang di tiga lokasi gedung di Bangkok, termasuk gedung 30 lantai yang sedang dibangun. Di lokasi gedung bertingkat itu sendiri, lebih dari 80 orang masih terjebak, kata Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt pada hari Sabtu. 

Pemerintah telah menyatakan gempa tersebut sebagai bencana tingkat 3, yang dikategorikan sebagai bencana besar, dan mengkoordinasikan operasi penyelamatan dan bantuan, menurut Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana. Terdapat 77 gempa susulan pada pukul 6 pagi di Bangkok, menurut Departemen Meteorologi Thailand, meskipun tidak ada yang sangat terasa di Thailand.