Logo Bloomberg Technoz

Analisis BMKG soal Gempa Dahsyat Myanmar

Merinda Faradianti
28 March 2025 19:20

Petugas memantau peringatan gempa dan tsunami di Gedung BMKG, Jakarta, Jumat (8/11/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Petugas memantau peringatan gempa dan tsunami di Gedung BMKG, Jakarta, Jumat (8/11/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gempa dahsyat mengguncang Myanmar pada Jumat (28/3/2025). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) turut memantau gempa Myanmar yang terasa hingga ke Thailand dan China yang berbatasan dengan negara tersebut.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono melalui akun X @DaryonoBMKG mengatakan gempa tersebut berjenis gempa kerak dangkal atau shallow crustal earthquake yang dipicu aktivitas sesar aktif Sagaing.

"Pada hari Jumat, 28 Maret 2025, pukul 13:20:56 WIB wilayah Mandalay, Myanmar, diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki magnitudo M7,6 dengan episenter terletak pada koordinat 21,76° LU; 95,83° BT, pada kedalaman 10 km," kata dia.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme mendatar (strike-slip).

Karena gempa tersebut, Thailand mendapatkan dampak yang cukup besar. Hingga layanan kereta metro dan kereta ringan di Bangkok dihentikan sementara imbas gempa ini.