Logo Bloomberg Technoz

Lantas, bagaimana kira-kira pergerakan pasar keuangan Indonesia apabila hari ini masih dibuka?

Memantau pergerakan indeks dolar AS yang kemarin ditutup melemah 0,20%, sentimen lebih positif seharusnya bisa mendukung gerak rupiah dan valuta emerging Asia lain.

Pada penutupan bursa New York, rupiah offshore ditutup menguat 0,23% dini hari tadi. Pagi ini, rupiah offshore juga bergerak stabil di kisaran Rp16.605/US$. Bila melihat itu, ada peluang rupiah bergerak melanjutkan penguatan. 

Akan tetapi, ketidakpastian yang masih kuat di tengah penantian pasar akan data inflasi PCE juga pengumuman kebijakan tarif Trump pada 2 April nanti, gerak harga aset kemungkinan akan cenderung terbatas.

Di pasar spot Asia pagi ini, mayoritas mata uang melemah dalam rentang terbatas seperti won Korsel yang turun 0,09%, lalu dolar Taiwan 0,05%, yuan offshore 0,02% bersama peso Filipina, serta dolar Hong Kong dan Singapura. Sementara baht berhasil menguat 0,2%, bersama yen 0,17% serta ringgit 0,05%.

Melihat lanskap pagi ini, memberi gambaran bilamana rupiah diperdagangkan di pasar spot. Pada perdagangan terakhir kemarin, rupiah ditutup menguat di Rp16.560/US$. Ada kemungkinan bila pasar keuangan Indonesia buka hari ini, rupiah spot sepertinya juga akan cenderung tertekan dalam rentang terbatas.

Bursa saham

Bagaimana dengan bursa saham? IHSG kemarin berhasil ditutup menguat tipis 0,59% didukung oleh berlanjutnya belanja investor asing memborong saham-saham di pasar.

Asing membukukan net buy senilai Rp623,64 miliar, pembelian hari ketiga beruntun dan menjadikan nilai net buy pada pekan terakhir sebelum libur mencapai Rp3,24 triliun.

Animo asing yang kembali besar di bursa ekuitas setelah melewatkan pasar bergerak sangat volatile, seolah memberikan optimisme bahwa 'yang terburuk di bursa saham sudah berakhir'. 

Melihat pasar Asia pagi ini, mayoritas bursa Asia di kawasan cenderung tertekan. Nikkei Jepang turun lebih dari 2% sejauh ini, bersama bursa saham Tiongkok CSI 300 juga melemah 0,3%.

Bursa saham Taiwan Taipex juga turun 1,25%, dengan bursa saham Korea Kospi serta Kosdaq juga tergerus hampir 2%. Demikian juga bursa saham Malaysia dan Thailand juga melemah.

Melihat tren di kawasan, ada potensi IHSG mungkin akan tertekan juga terutama karena sentimen pasar global.

(rui)

No more pages