Kebijakan itu, kata Dudy, memudahkan penentuan tanggal dan prediksi puncak arus mudik dan lonjakan penumpang imbas permintaan pembelian tiket.
"Jadi WFA itu berpengaruh terhadap Pilihan tanggal, Orang-orang berangkat, Kemudian tiket itu berpengaruh terhadap lonjakan permintaan pembelian tiket," kata dia.
Entitas holding BUMN Pariwisata PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports sebelumnya memprediksi pergerakan penumpang di sektor transportasi udara mencapai 10,8 juta selama periode libur Lebaran atau Hari Raya Idulfitri tahun ini.
Entitas holding BUMN Pariwisata tersebut menetapkan periode libur arus mudik dan arus balik Lebaran tahun selama 22 hari, yang terhitung sejak 21 Maret hingga 11 April 2025.
"Kita memprediksikan akan melayani sekitar 10,8 juta penumpang. Kalau kita bandingkan dari tahun sebelumnya sekitar 9%," ujar Direktur Utama Faik Fahmi dalam konferensi pers di kawasan Bandara Soetta, Kamis (20/3/2025) lalu.
Di sisi lain, berdasarkan data Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu Kemenhub, jumlah penumpang moda transportasi udara atau pesawat masih turun 14,19% yoy menjadi 168.165 orang pada H-8 Lebaran atau Minggu, 23 Maret 2025 lalu.
(lav)