Logo Bloomberg Technoz

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengamini bahwa gangguan pasokan BBM di SPBU Shell dipicu oleh tingginya permintaan dari konsumen.

Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan dari instansinya, stok BBM shell sebenarnya masih tersedia di terminal bahan bakar minyak (TBBM).

“Namun, terjadi peningkatan permintaan BBM dari konsumen dan Shell sedang berupaya memenuhi permintaan tersebut,” ujarnya saat dimintai konfirmasi.

Saleh pun mengatakan BPH Migas berharap Shell dapat segera menyelesaikan isu gangguan pasokan BBM di SPBU-nya, terutama karena periode puncak konsumsi Ramadan-Idulfitri (Rafi) sudah makin dekat.

“Semoga outlet SPBU Shell yang mengalami kenaikan permintaan bisa segera lancar [pasokan BBM-nya], khususnya pada periode Rafi ini,”  ujar Saleh. 

Perbaiki Manajemen

Terpisah, Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Nasional (Aspermigas) menyayangkan terulangnya kasus gangguan pasokan BBM yang terjadi di SPBU milik Shell belakangan ini karena tingginya permintaan.

Ketua Komite Investasi Aspermigas Moshe Rizal menyarankan Shell untuk memperbaiki manajemen agar ketersediaan stok BBM kembali normal. Kondisi itu dinilai membuat pelanggan Shell kecewa meskipun konsekuensi tetap akan ditanggung oleh Shell.

“Shell kualitasnya bagus, pelayanannya juga bagus. Jadi sangat disayangkan kalau ada masalah dengan stoknya lagi. Tolong perlu diperhatikan kalau memang ada perbaikan dalam manajemennya mereka ya perbaiki,” kata Moshe saat dihubungi, Rabu (26/3/2025).

Menurutnya, tingginya permintaan BBM di SPBU Shell seharusnya bisa diantisipasi dengan cepat oleh pihak manajemen. SPBU yang tidak beroperasi secara normal tetap akan menelan biaya operasional perusahaan.

“Biaya operasi SPBU kan enggak berhenti, keluar terus kan walaupun ada orang atau enggak ada orang. Harus digaji karyawan, ada biaya listrik, biaya maintenance,” tuturnya.

Pemilik akun @vetubii_ di media sosial X menyampaikan sejumlah lokasi SPBU kosong dalam waktu yang bersamaan.

“Shell di Sunter, Shell di Jati Asih, Shell di Pluit, dah tuh 3 lokasi yang sangat berjauhan, semua kosong di 1 hari yang sama,” tulisnya di akun tersebut.

Senada, pemilik akun @ramadhanpr mengaku dalam beberapa hari terakhir sejumlah stok BBM Shell kosong. “Di Bandung setiap lewat kerang kuning enggak pernah available beberapa hari terakhir,” ujarnya.

Sejumlah pengguna mengeluhkan beberapa SPBU Shell hanya menyediakan BBM jenis solar. “Kemarin di Ciawi pada kosong, cuma ada yang diesel saja,” kata @tbyji.

Gangguan pasokan BBM di sejumlah SPBU Shell bukan kali ini terjadi. Awal Februari tahun ini, Shell juga mengalami hal serupa.

Shell saat itu melaporkan kasus kelangkaan BBM di SPBU Shell terjadi akibat kondisi stock out terhadap seluruh varian produk bensin RON 92, RON 95, dan RON 98, serta solar CN51 sejak Januari 2025.

Shell disebut mengalami keterlambatan pengiriman stok BBM akibat gangguan dari sisi suplai atau rantai pasok.

(mfd/wdh)

No more pages