Mengacu pada Surat Keputusan Bersama 3 Menteri, libur Lebaran 2025 akan dimulai pada Jumat, 28 Maret 2025, dan usai pada Senin, 7 April 2025.
BRI Danareksa Sekuritas, anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), memperkirakan pergerakan IHSG belum ada perubahan signifikan. Secara trend jangka panjang, IHSG masih berada dalam trend Bearish.
“Saat ini, IHSG berpotensi untuk menguji area resistance psikologis nya di 6.500. Jika mampu untuk menembus level tersebut, terbuka kesempatan untuk melanjutkan trend kenaikan hingga 6.700,” sebut BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hariannya.
Sementara saham-saham pilihan versi BRI Danareksa Sekuritas hari ini adalah BBNI, MDKA, MBMA, dan PNLF.
Kemudian MNC Sekuritas menilai IHSG saat ini sedang membentuk dua skenario, di mana pada skenario terbaiknya, posisi IHSG saat ini sedang berada di awal wave B dari wave (Y), sehingga IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya untuk menguji area resistance 6.557–6.938.
“Namun, cermati skenario hitam, dimana penguatan akan relatif terbatas dan IHSG akan rawan terkoreksi kembali ke area 5.879–5.975,” tulis riset MNC Sekuritas.
Saham-saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas hari ini adalah BBNI, DSNG, ITMG, dan MDKA.
Lalu Phintraco Sekuritas melihat IHSG secara teknikal berpeluang uji level psikologis 6.500 di Jumat. Akan tetapi, yang jadi catatan penting, faktor psikologis berpotensi memicu aksi profit taking jelang tutup pekan ini.
Hari ini merupakan hari terakhir perdagangan sebelum libur panjang Idul Fitri (s.d. 7 April 2025). Oleh sebab itu, investor tetap waspadai potensi pullback.
“Waspadai potensi dividend trap yang kemungkinan datang lebih awal, yaitu bersamaan dengan pengumuman nilai dividen dalam RUPS. Hal ini spesifik pada saham-saham bank berkapitalisasi besar,” sebut riset Phintraco.
Kondisi ini pernah terjadi di awal tahun 2024, namun saat ini dividend trap terjadi pada saham-saham tambang. Kondisi ini umumnya terjadi jelang Cum hingga tanggal Ex Dividend. Akan tetapi, kali ini harga sudah lebih dulu menguat signifikan (relatif sebesar ekspektasi dividend yield) di periode RUPS.
Waspadai potensi pelemahan IHSG di Kamis, sedangkan saham-saham pilihan Phintraco untuk hari ini adalah MDKA, PGAS, ASSA, ICBP dan CPIN.
Adapun CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, melemahnya mayoritas indeks di Bursa Wall Street dan potensi keberlanjutan pelemahan rupiah terhadap dolar AS diprediksi dapat menjadi katalis negatif untuk pasar hari ini.
Di satu sisi, masih berlanjutnya aksi net buy Asing, mayoritas harga komoditas yang menguat, serta pengumuman pembagian dividen oleh bank-bank besar BUMN berpotensi menjadi katalis positif bagi IHSG.
“IHSG hari ini diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat terbatas dengan kisaran support 6.361–6.235 dan resist 6.587–6.707,” analisis CGS International Sekuritas Indonesia pagi ini.
Saham-saham yang direkomendasikan CGS International Sekuritas Indonesia antara lain KLBF, HEAL, INTP, BBNI, TLKM, dan MAPI.
Sementara Mirae Asset Sekuritas menyarankan investor untuk menyimak sejumlah saham pilihan yaitu BREN, BRPT, CUAN, TPIA, dan AVIA.
Analis Mirae Asset juga mewaspadai profit taking menjelang libur panjang dan dampak sentimen global
“Kami memperkirakan potensi koreksi hari ini menjelang libur panjang Lebaran karena investor mungkin melakukan profit taking untuk mengamankan keuntungan mereka,” mengutip paparan analis pagi ini.
Kemungkinan koreksi ini diperkuat oleh pelemahan indeks pasar saham AS tadi malam, di mana S&P500 dan Nasdaq masing-masing melemah 1,1% dan 2% menjadi 5.712,2 dan 17.889.
Perkembangan global, seperti ancaman tarif oleh AS dan ketidakjelasan kebijakan ekonomi domestik, menjadi faktor penting bagi pergerakan IHSG.
“Spekulasi pasar terhadap posisi pejabat kunci ekonomi dan lemahnya komunikasi kebijakan juga mempengaruhi aktivitas investor asing di pasar saham,” pungkasnya.
(fad)