Logo Bloomberg Technoz

Industri Manufaktur RI Dibayangi Tarif Impor Donald Trump

Sultan Ibnu Affan
26 March 2025 15:20

Perakitan motor listrik Alva di Alva Manufacturing Facility, Cikarang, Jawa Barat, Rabu (20/9/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Perakitan motor listrik Alva di Alva Manufacturing Facility, Cikarang, Jawa Barat, Rabu (20/9/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengkhawatirkan kebijakan pemberlakuan tarif impor Presiden AS Donals Trump akan turut menghantui kinerja manufaktur dalam negeri.

Pengaruh tersebut dipastikan menyasar kepada sejumlah subsektor industri yang selama ini kencang melakukan ekspor ke Negeri Paman Sam tersebut, salah satunya subsektor mebel atau furnitur.

"Yang akan terdampak adalah sektor-sektor yang selama ini melakukan ekspor ke AS. Ada beberapa subsektor, salah satunya adalah furnitur. Banyak kita ekspor ke sana," ujar Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief dalam konferensi pers secara daring, Rabu (26/3/2025).

Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) sebelumnya mencatat jika AS sendiri menjadi negara dengan pangsa pasar terbesar ekspor produk mebel dalam negeri, dengan mencapai 53%.

Pekerja melakukan sentuhan akhir pada Toyota Avanza di area finishing pabrik perakitan PT Astra Daihatsu Motor./Bloomberg-Dadang Tri

Meski demikian, Febri mengatakan pemerintah terus memantau berbagai dinamika pasar internasional yang tengah terjadi belakangan ini imbas dari efek tarif tersebut.