Erdogan Redam Gejolak Politik Turki, Pasar Mulai Pulih
News
26 March 2025 07:30

Selcan Hacaoglu - Bloomberg News
Bloomberg, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengambil langkah untuk mencegah memburuknya protes di seluruh negeri dan menstabilkan pasar keuangan, sembari memperketat tekanan terhadap lawan politiknya. Upaya tersebut tampaknya membuahkan hasil, meskipun Turki harus menghabiskan hampir US$27 miliar dari cadangan devisanya untuk mempertahankan nilai mata uang nasional.
Sejak penahanan Ekrem Imamoglu, rival utama Erdogan sekaligus Wali Kota Istanbul, pada Rabu lalu, ratusan ribu warga Turki turun ke jalan setiap hari. Namun, sejauh ini, demonstrasi belum mencapai titik yang mengancam posisi Erdogan. Pasar keuangan pun mulai pulih pada Selasa (25/03/2025), dengan indeks saham Turki mencatat kenaikan tertinggi di dunia.
Pihak berwenang melaporkan telah menangkap lebih dari 1.400 orang dalam aksi protes yang dianggap "ilegal". Meski begitu, polisi belum melakukan tindakan keras seperti yang terjadi dalam demonstrasi tahun 2013, yang kala itu memicu kecaman internasional. Menurut pejabat senior pemerintah, mereka berharap situasi akan mereda seiring datangnya libur Idulfitri akhir pekan ini.
Untuk menenangkan pasar, Erdogan menegaskan kembali komitmennya terhadap kebijakan ekonomi yang pro-investor pada Senin (25/03/2025) malam. Setelah terpilih kembali pada 2023, ia menerapkan kebijakan suku bunga tinggi untuk menekan inflasi. Sehari setelah pernyataan Erdogan, Menteri Keuangan Mehmet Simsek, mantan bankir Wall Street, menyampaikan kepada para investor bahwa ia akan melakukan "apa pun yang diperlukan" untuk menstabilkan pasar.