Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Terburuk Ketiga di Asia, Kekhawatiran Fiskal Membebani

Redaksi
25 March 2025 15:25

Karyawan merapihkan uang rupiah di salah satu bank di Jakarta, Selasa (16/1/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah di salah satu bank di Jakarta, Selasa (16/1/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah mengalami hari yang buruk dalam perdagangan hari ini, tertekan sentimen global dan domestik yang memicu arus jual di pasar surat utang hingga membuatnya terpuruk di level terlemah sejak era krisis moneter 1998.

Dalam perdagangan intraday hari ini, rupiah sempat terperosok hingga di level Rp16.642/US$, level terlemah sejak era krisis finansial Asia yang mematikan ekonomi Indonesia pada periode 1997-1998.

Intervensi Bank Indonesia, diduga dalam jumlah besar, membawa rupiah bergerak mengurangi pelemahan meski akhirnya tetap ditutup melemah 0,24% di Rp16.595/US$.

Sepanjang hari ini, rupiah bergerak rata-rata di level Rp16.615/US$, level pergerakan yang jauh lebih lemah dibandingkan sepanjang tahun ini di Rp16.340/US$.

Rupiah pagi ini menyentuh level terlemah sejak era krisis moneter tahun 1998 (Riset Bloomberg Technoz)

Pelemahan rupiah juga menjadi yang terburuk ketiga di Asia, setelah peso dan baht. Mata uang Asia memang tengah tertekan penguatan lagi dolar AS sejurus dengan pernyataan hawkish pejabat Federal Reserve dan ketidakpastian yang masih melanda prospek perdagangan global dengan kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump.