Pemangkasan ini menyusul janji pemerintah untuk mengurangi produksi pada pertemuan legislatif tahunan awal bulan ini. Pasalnya para pembuat kebijakan berusaha mengatasi kelebihan produksi yang melumpuhkan industri ini.
"Langkah ini lebih merupakan pendorong sentimen," kata Mysteel.
Salah satu perusahaan tersebut ialah Xinjiang Ba Yi Iron and Steel Co, sebuah unit dari produsen baja terbesar di dunia, China Baowu Steel Group. Perusahaan lainnya antara lain Xinjiang Kunlun Steel Co, Xinjiang Minxin Iron Steel Group Co, dan Xinjiang Kunyu Iron & Steel Co.
Saham Ba Yi naik 7,5% di Shanghai pada Senin setelah perusahaan mengumumkan langkah tersebut. Namun, hari ini, Selasa (25/3/2025), harga sahamnya malah melemah.
Harga bijih besi berjangka di Singapura turun 0,9% menjadi US$101,45 per ton karena prospek permintaan untuk bahan baku pembuatan baja tersebut berkurang.
(bbn)