Logo Bloomberg Technoz

Petaka Industri Perhotelan Akibat Efisiensi Anggaran: PHK & Tutup

Sultan Ibnu Affan
25 March 2025 11:20

Ilustrasi ruang kamar di industri perhotelan (Dok: Westin Jakarta)
Ilustrasi ruang kamar di industri perhotelan (Dok: Westin Jakarta)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia kini kembali mengkhawatirkan dan dibayangi oleh ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga penurunan pendapatan, sebagai imbas dari kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Hal itu terungkap dalam dokumen survei yang dilakukan oleh PHRI bersama Horwath HTL, sebuah konsultan perhotelan, rekreasi dan pariwisata yang menunjukkan 88% pengusaha hotel akan melakukan PHK.

Sekadar catatan, survei dilakukan terhadap 726 responden yang merupakan pengusaha hotel dengan jumlah hampir 200 kamar per propertinya, yang tersebar di 30 Provinsi Indonesia.

"88% responden memprediksi mereka akan perlu membuat keputusan sulit untuk melakukan PHK guna mengurangi biaya pengupahan," tulis survei tersebut, dikutip Selasa (25/3/2025).

Selain melakukan PHK, survei juga telah mewanti-wanti sebanyak 58% perusahaan telah mengantisipasi adanya potensi gagal bayar pinjaman bank, serta 48% memproyeksikan akan defisit operasional hingga melakukan penutupan hotel jika situasi ini terus berlanjut.

Kemudian, sebanyak 83% dari total responden juga telah mengkhawatirkan dan merasa tidak berada dalam posisi yang menguntungkan secara fiskal sejak awal tahun ini. Sentimen negatif justru mendominasi sejak Januari.