Logo Bloomberg Technoz

Josh Wingrove - Bloomberg News

Bloomberg, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa ia akan memberlakukan tarif impor terhadap mobil dalam beberapa hari ke depan, serta memberikan pengecualian bagi beberapa negara dalam kebijakan tarif “resiprokal” yang akan diumumkan pekan depan.

Pernyataan Trump di Gedung Putih pada Senin (25/3) menambah ketidakjelasan mengenai kebijakan tarif besar-besaran yang dijadwalkan diumumkan pada 2 April. Kepada wartawan, Trump menegaskan bahwa tarif impor mobil yang telah lama direncanakan akan segera diterapkan “dalam beberapa hari ke depan,” mendahului pengumuman tarif yang lebih luas.

Menurut Trump, paket tarif yang akan diumumkan pada 2 April akan berfokus pada tarif resiprokal, yaitu tarif yang ditentukan berdasarkan kebijakan perdagangan negara mitra terhadap produk AS. Ia juga dua kali menegaskan bahwa negara-negara tertentu kemungkinan akan mendapatkan pengecualian atau pengurangan tarif.

“Saya mungkin akan memberikan banyak negara pengecualian,” ujar Trump. “Mereka sudah mengenakan tarif yang begitu tinggi kepada kami, sampai saya sendiri merasa malu untuk membalasnya dengan tarif serupa. Tapi tarif ini akan tetap besar, dan Anda akan mendengar lebih lanjut tentang itu pada 2 April.”

Selain tarif impor mobil, Trump juga menyatakan akan menerapkan tarif khusus terhadap industri kayu dan semikonduktor di kemudian hari, meskipun tidak memberikan rincian lebih lanjut. Sebelumnya, ia kembali mengancam akan memberlakukan tarif pada obat-obatan farmasi, yang menurutnya akan diterapkan “dalam waktu dekat.”

Di luar itu, Trump juga mengumumkan melalui media sosial bahwa AS akan mengenakan tarif 25% terhadap negara-negara yang membeli minyak dari Venezuela, mulai 2 April.

Serangkaian kebijakan tarif ini mencerminkan pendekatan perdagangan Trump yang kerap berubah-ubah, sehingga memicu kebingungan di kalangan investor dan pemerintah asing.

Indeks dolar Bloomberg sempat menghapus kenaikan yang tercatat pada Senin sore setelah Trump mengisyaratkan adanya tambahan tarif sektor tertentu dalam beberapa hari ke depan. Sementara itu, peso Meksiko menguat ke level tertinggi hari itu setelah Trump mengindikasikan kemungkinan adanya pengecualian tarif bagi “banyak negara.”

Trump menyebut pengumuman pada 2 April sebagai “Hari Pembebasan,” yang menandai dimulainya kebijakan perdagangan yang lebih proteksionis sebagai bentuk balasan terhadap mitra dagang yang selama ini ia tuduh “menipu” AS. Meskipun kebijakan ini memperluas cakupan tarif, sumber yang mengetahui diskusi internal menyebutkan bahwa paket tarif yang akan diberlakukan pekan depan akan lebih terarah dan selektif.

Negara-negara yang berpotensi terkena dampak tarif AS kini bergegas mengatur pertemuan dengan pejabat administrasi Trump untuk menawarkan konsesi dan langkah-langkah perlindungan guna mendapatkan pengecualian dari kebijakan tarif resiprokal tersebut.

Kepala perdagangan Uni Eropa, Maros Sefcovic, dijadwalkan bertemu dengan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick serta Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer pada Selasa (26/3). Sementara itu, pemerintah India berencana mengajukan permohonan pengecualian tarif dalam pertemuan bilateral dengan delegasi AS yang tiba di New Delhi pada hari yang sama.

(bbn)

No more pages