Logo Bloomberg Technoz

Bursa Asia Siap Menguat, Dipicu Optimisme dari Wall Street

News
25 March 2025 06:30

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Jason Scott - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Asia diperkirakan akan mengalami penguatan setelah bursa saham AS mencatat salah satu sesi terbaiknya tahun ini. Kenaikan ini didorong oleh indikasi bahwa sanksi perdagangan yang diterapkan Presiden AS Donald Trump tidak akan seketat yang dikhawatirkan sebelumnya.

Indeks berjangka menunjukkan potensi kenaikan di pasar saham Tokyo, Shanghai, dan Sydney, meskipun Hong Kong diprediksi akan mengalami penurunan. Di Wall Street, minat investor terhadap aset berisiko meningkat tajam setelah aksi jual besar-besaran yang sempat mengguncang kepercayaan terhadap keunggulan ekonomi AS. Indeks Nasdaq 100 naik 2,2%, sementara harga obligasi dan emas mengalami penurunan. Dolar AS bergerak fluktuatif.

Indeks saham perusahaan teknologi raksasa, yang dikenal sebagai “Magnificent Seven”, mencatat lonjakan tertinggi dalam dua bulan terakhir. Saham Tesla Inc melonjak 12%, sementara Nvidia Corp memimpin kenaikan saham perusahaan semikonduktor. Penguatan ini membantu memangkas kerugian yang sebelumnya disebabkan oleh kekhawatiran terhadap valuasi tinggi yang membuat sektor teknologi mengalami kuartal terburuk sejak 2022.

Ketakutan akan dampak negatif perang dagang AS sedikit mereda setelah muncul indikasi bahwa tarif baru yang akan diumumkan lebih terfokus dibanding ancaman sebelumnya dari Trump. Pada Senin (24/03/2025), Trump dua kali menyatakan bahwa mitra dagang AS masih memiliki peluang untuk mendapatkan pengecualian atau pengurangan tarif.