
Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah resmi merilis susunan lengkap pengurus Dana Abadi Nusantara (Danantara) hari ini, menandai langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah investasi global. Pengumuman ini disambut positif oleh pelaku pasar, termasuk oleh Ekonom Juwai IQI, Shan Saeed, yang menyebut langkah ini sebagai sinyal kuat dari pemerintah terhadap arah masa depan ekonomi nasional.
“Langkah strategis dari pemerintah ini disambut positif oleh pasar. Pemerintah telah mengirimkan sinyal kuat kepada pelaku pasar keuangan bahwa para penasihat Dana Abadi Nusantara memiliki pengakuan global dan integritas tinggi yang akan memberikan panduan ke depan dalam lanskap investasi sovereign wealth fund (SWF),” ujar Shan Saeed dalam pernyataannya.
Dalam struktur pengurus yang dirilis, dua mantan Presiden Indonesia—Joko Widodo dan Susilo Bambang Yudhoyono—didaulat menjadi anggota dewan pengarah Dana Abadi Nusantara. Nama-nama internasional seperti Ray Dalio, pendiri hedge fund terbesar di dunia Bridgewater, ekonom ternama Jeffrey Sachs, dan mantan Perdana Menteri Thailand sekaligus miliarder Thaksin Shinawatra juga turut bergabung sebagai penasihat.
“Figur-figur ini membawa kredibilitas dan integritas tinggi ke pasar keuangan. Dengan latar belakang yang kuat dan keahlian global, mereka dapat memberikan transparansi dan nasihat profesional demi memperkuat upaya pemerintah dalam meningkatkan efisiensi dan tata kelola dana ini,” tambah Shan.
Danantara sendiri diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada Februari lalu sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran atas Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dana ini ditargetkan akan berinvestasi hingga USD 20 miliar pada sektor-sektor strategis seperti hilirisasi mineral, kecerdasan buatan (AI), energi, dan pangan.