Dua korban lain dalam serangan tersebut dilaporkan tak mengalami luka. Dua korban terakhir tersebut adalah warga asli Yakukimo yang juga menolak ikut evakuasi ke Jayapura.
“Tindakan kekerasan ini tidak akan menyurutkan komitmen negara dalam memberikan pelayanan pendidikan dan kesehatan kepada masyarakat Papua," ujar Faizal.
Menurut dia, saat ini tim gabungan tengah melakukan pengejaran terhadap KKB yang melakukan penyerangan. Secara paralel, mereka mencoba memastikan kondisi Distrik Anggruk perlahan kembali normal, sambil mengawal pengiriman bantuan kemanusiaan.
Kapuspen TNI, Brigadir Jenderal Kristomei Sianturi mengatakan, serangan KKB tersebut turut membuat fasilitas pendidikan atau sekolah di distrik tersebut terbakar.
Berdasarkan informasi, kata dia, awalnya KKB pimpinan Elkius Kobak meminta sejumlah uang kepada para tenaga pengajar. Karena permintaan tersebut tidak dipenuhi, kelompok ini dilaporkan melakukan aksi kekerasan pembunuhan, dan menganiaya enam orang guru. Setelah itu, mereka juga membakar gedung sekolah dan rumah guru, serta menimbulkan ketakutan di masyarakat.
Pada saat itu, TNI dan Polri juga tengah melakukan evakuasi lanjutan kepada para tenaga pengajar dan tenaga kesehatan. Setidaknya sudah 42 orang yang dikirim dari Yahukimo ke Jayapura.
Kristomei mengklaim, TNI akan turut membantu memastikan keamanan para tenaga kesehatan dan tenaga pendidikan yang bekerja di wilayah Papua. Keberadaan para tenaga ini memberikan dampak positif bagi perkembangan masyarakat lokal.
"TNI akan terus mendukung perlindungan mereka serta memastikan keamanan di wilayah yang berpotensi mengalami gangguan keamanan," ujar dia.
Daftar Korban Serangan di Distrik Anggruk:
1. Rosalia Rerek Sogen. Perempuan, guru, Suku Flores (Timor), NTT, meninggal dunia
2. Doinisiar Taroci More Flores. Perempuan, guru, Suku Flores, NTT, luka-luka
3. Vantiana Kambu. Perempuan, guru, Suku Papua, Sorong, luka-luka
4. Paskalia Peni Tere Liman. Perempuan, guru, Suku Flores, luka-luka
5. Fidelis De Lena. Laki-laki, guru, Suku Flores, luka-luka
6. Kosmas Paga. Laki-laki, guru, Suku Flores, luka-luka
7. Irawati Nebobohan. Perempuan, tenaga kesehatan, NTT, luka-luka
8. Lenike Saban. Perempuan, guru, NTT, luka-luka
9. Penus Lepi. Laki-laki, guru, Suku Kimial, asli Yahukimo, Papua.
10. Erens Sama, petani, asli Yahukimo, Papua
(azr/frg)