Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Thaksin Shinawatra, Mantan Perdana Menteri Thailand, resmi didapuk sebagai anggota Dewan Penasihat Danantara (Daya Anagara Nusantara) Indonesia. Penunjukan ini menandai kembalinya sosok kontroversial tersebut ke panggung kebijakan setelah bertahun-tahun berada dalam pengasingan akibat kasus hukum dan kudeta yang menggulingkannya pada 2006.

Karier Politik dan Kepemimpinan

Thaksin Shinawatra menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand dari 2001 hingga 2006, menjadi pemimpin sipil pertama yang menyelesaikan masa jabatan penuh dalam sejarah modern Thailand. Ia mendirikan Partai Thai Rak Thai (TRT) dan memenangkan pemilu dengan suara mayoritas, didukung oleh kebijakan populis yang memprioritaskan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat kecil.

Sebagai pemimpin, Thaksin dikenal dengan kebijakan pro-rakyat yang berdampak besar pada perekonomian Thailand, terutama di pedesaan. Di bawah kepemimpinannya, Produk Domestik Bruto (PDB) Thailand naik dari 4,9 triliun baht menjadi 7,1 triliun baht hanya dalam lima tahun. Ia meluncurkan program kredit bagi petani, layanan kesehatan gratis, dan investasi besar dalam infrastruktur serta telekomunikasi.

Namun, beberapa kebijakannya juga menuai kritik. Tindakan keras terhadap narkotika dan pendekatan militeristik dalam menangani konflik di Thailand selatan dikritik oleh kelompok HAM.

Pada 2006, militer Thailand menggulingkan Thaksin melalui kudeta, menuduhnya melakukan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Sejak saat itu, ia menghadapi berbagai tuntutan hukum dan memilih untuk hidup dalam pengasingan.

Pasca kudeta, pemerintah Thailand menjerat Thaksin dengan berbagai dakwaan korupsi dan konflik kepentingan. Pada 2008, ia dijatuhi hukuman penjara dua tahun atas penyalahgunaan kekuasaan, tetapi berhasil melarikan diri sebelum vonis dijatuhkan. Selama 15 tahun di pengasingan, ia menetap di berbagai negara, termasuk Inggris, Hong Kong, dan Dubai, sembari tetap memainkan peran besar dalam politik Thailand dari kejauhan.

Meski tidak berada di dalam negeri, partai-partai yang berafiliasi dengannya, seperti Partai Pheu Thai, tetap mendominasi pemilu.

Pada Agustus 2023, Thaksin akhirnya kembali ke Thailand. Ia langsung ditahan dan dijatuhi hukuman delapan tahun penjara, sebelum akhirnya mendapatkan grasi kerajaan yang mengurangi hukumannya menjadi satu tahun. Beberapa bulan kemudian, ia dibebaskan dengan alasan kesehatan.

Selain itu, Thaksin juga memiliki hubungan erat dengan politik di kawasan Asia Tenggara. Ia pernah menjabat sebagai penasihat pribadi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menunjukkan pengaruhnya yang melampaui batas negara Thailand.

Keterlibatan dalam Investasi dan Pengelolaan Dana

Selain berkiprah di dunia politik, Thaksin juga merupakan pengusaha sukses dengan latar belakang di bidang telekomunikasi dan investasi global. Sebelum terjun ke politik, ia mendirikan Shin Corporation, perusahaan konglomerat yang bergerak di sektor telekomunikasi, media, dan teknologi. Salah satu anak perusahaannya, Advanced Info Service (AIS), menjadi pemain utama di industri telekomunikasi Thailand.

Setelah meninggalkan dunia politik, Thaksin memperluas bisnisnya ke kancah internasional. Pada 2007, ia sempat membeli klub sepak bola Manchester City, sebelum akhirnya menjualnya kepada investor asal Uni Emirat Arab. Selain itu, ia berinvestasi di berbagai sektor, termasuk energi, properti, dan perbankan, terutama di Timur Tengah dan Eropa.

Sebagai investor global, Thaksin dikenal memiliki jaringan luas di berbagai negara, termasuk China dan Rusia. Meskipun sempat menghadapi tantangan hukum dan politik, ia tetap menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam dunia bisnis internasional.

(del/roy)

No more pages