Logo Bloomberg Technoz

Luhut Kaji Pengembangan KEK Pusat Keuangan untuk Family Office

Dovana Hasiana
24 March 2025 10:50

Luhut Binsar Pandjaitan di Acara Economic Outlook 2025, Kamis (20/2/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Luhut Binsar Pandjaitan di Acara Economic Outlook 2025, Kamis (20/2/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan tengah menyiapkan strategi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pusat Keuangan yang dilengkapi dengan family office dan instrumen keuangan lainnya.

Sebagai informasi, konsep family office merupakan suatu klaster keuangan yang memberi kemudahan layanan bagi keluarga yang membawa kekayaannya untuk menanamkan dana dan berinvestasi pada suatu wilayah; sekaligus mereka bisa berwisata.

"Kenapa kita tidak menempatkan family office di KEK? agar tercipta lingkungan yang baik dan dan dapat diterima oleh investor. Kami mengusulkan Bali karena menurut saya Bali adalah 'work heaven', saya rasa itu istilah baru yang saya dengar," ujar Luhut melalui unggahan di Instagram resmi, dikutip Senin (24/3/2025).

Luhut menyoroti tantangan besar yang masih dihadapi Indonesia, mulai dari rasio aset perbankan, kapitalisasi pasar modal dan aset asuransi terhadap produk domestik bruto (PDB) masih tertinggal dibandingkan negara tetangga.

Luhut Binsar Pandjaitan./Bloomberg-Dimas Ardian

Selain itu, tingkat penanaman modal asing (PMA) masih lebih rendah dibandingkan dengan Singapura, Vietnam dan Dubai. Sementara arus modal keluar terus meningkat, mencapai US$20 miliar per tahun.