Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berdalih perputaran uang menjelang momentum Idulfitri 2025 dianggap rendah karena basis acuan aktivitas tahun lalu cenderung tinggi akibat adanya pemilihan umum (Pemilu).

Sebelumnya, Kadin memperkirakan perputaran uang jelang lebaran Idulfitri 2025 ini tercatat sebesar Rp137,97 triliun, menurun 14,01% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp157,3 triliun. 

"Tahun lalu ada pemilu, beda event. Basis acuannya tahun kemarin lebih tinggi," katanya di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (21/3/2025).

Untuk menunjang agar perputaran uang tetap bisa berjalan, menurut Airlangga, pemerintah memberikan beberapa stimulus seperti diskon belanja. Tak hanya pemberian tarif diskon belanja, tapi juga diberikan stimulus melalui insentif diskon lainnya.

"Kalau sekarang kan pemerintah memberikan beberapa stimulus dalam bentuk diskon. Tapi program yang stimulasi terus kita dorong, tapi kan sifatnya melalui insentif diskon dan yang lain," jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang menyebut penurunan perputaran uang itu terjadi seiring penurunan jumlah pemudik. 

Sarman mengutip data hasil survei yang dilakukan badan kebijakan transportasi, pusat statistik, Kementerian Perhubungan maupun akademisi yang memproyeksikan jumlah pemudik Idulfitri 2025 sebanyak 146,48 juta orang atau sekitar 52% dari penduduk Indonesia.

Angka ini mengalami penurunan sebesar 24% dibandingkan tahun lalu yang mencapai 193,6 juta pemudik.

"Jika tahun lalu asumsi perputaran uang selama Idulfitri 2024 mencapai Rp157,3 triliun, maka asumsi perputaran uang libur Idulfitri 2025 diprediksi Rp137,975 triliun, turun," ujar Sarman dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (19/3/2025).

(lav)

No more pages