Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) melaporkan penurunan laba bersih sepanjang 2024 sebesar 31,53% secara tahunan menjadi Rp228,48 miliar. Kinerja ini merosot dibandingkan dengan capaian pada 2023 yang mencapai Rp333,7 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2024 yang dikutip pada Kamis (20/3), emiten yang berada di bawah kendali PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS) tersebut masih mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 5,05% menjadi Rp5,41 triliun dibandingkan Rp5,15 triliun pada tahun sebelumnya.
Namun, kenaikan pendapatan tersebut tidak cukup untuk menutup lonjakan beban pokok pendapatan yang naik 8,55% menjadi Rp3,3 triliun. Akibatnya, laba bruto IMJS mengalami kontraksi sebesar 0,47% menjadi Rp2,1 triliun.
Selain itu, laba operasional IMJS juga mengalami penurunan sebesar 4,59% secara tahunan menjadi Rp1,04 triliun, yang dipengaruhi oleh kenaikan beban penjualan yang melonjak 35,05% menjadi Rp236,83 miliar.
Dalam periode Januari-Desember 2024, laba sebelum pajak penghasilan tertekan 33,56% menjadi Rp218,51 miliar dari sebelumnya Rp328,88 miliar.
Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp228,48 miliar, turun signifikan 31,53% dibandingkan 2023.
Pada akhir 2024, total aset IMJS tercatat meningkat 2,44% menjadi Rp29,41 triliun, didorong oleh kenaikan kas dan setara kas yang melonjak 33,53% menjadi Rp2,23 triliun.
Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi oleh arus kas bersih dari aktivitas operasi yang tumbuh pesat 352,7% menjadi Rp2,2 triliun dari sebelumnya Rp489,74 miliar pada 2023.
Di sisi lain, total liabilitas IMJS juga mengalami peningkatan sebesar 3,09% menjadi Rp24,71 triliun dibandingkan Rp23,97 triliun pada akhir 2023. Sementara ekuitas perusahaan tercatat turun 0,84% secara tahunan menjadi Rp4,7 triliun.
(dhf)