Bloomberg Technoz, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta pemerintah berupaya untuk menjaga sentimen positif demi mengembalikan iklim investasi Indonesia. Pasar ekuitas sempat tertekan pada Selasa lalu, tecermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat terpuruk tajam.
Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Bob Azzam mengatakan, sentimen positif tersebut diharapkan mampu membangun kembali optimisme investor untuk berinvestasi di Indonesia, yang pada akhirnya mendongkrak daya beli masyarakat.
"Jadi pemerintah harapannya bisa terus-menerus memberikan sinyal-sinyal yang membangun optimisme, terutama cara mengembalikan daya beli. Itu harus dikasih sinyal," ujar Bob di Jakarta, dikutip Kamis (20/3/2025).
Kejatuhan IHSG kemarin yang juga sempat membuat otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham (trading halt) dan merupakan hal yang lumrah, terang Bob. Namun, dia tak menampik penurunan tajam tersebut disebabkan oleh keterpurukan daya beli masyarakat.
Di sisi lain, Bob membantah jika penurunan tersebut salah satunya disebabkan oleh gejolak isu politik dalam negeri, termasuk rencana pemerintah dalam merevisi Undang-undang TNI.
"Tapi intinya [pemerintah] harus beri sentimen positif lah kepada ekonomi kita ke depan. Bagaimana upaya pemerintah untuk membangun daya beli masyarakat lagi," ujar dia. "Karena nggak mungkin ada investasi masuk dalam situasi market yang turun terus."
Selasa (18/3/2025), IHSG sempat mengalami penurunan mencapai lebih dari 6% pada sesi pertama perdagangan saham, sekaligus menjadi yang terendah sejak masa Pandemi Covid-19 lalu.
Penurunan tersebut dipicu sejumlah sentimen negatif dari dalam dan luar negeri, mulai dari tensi geopolitik global hingga penurunan penerimaan negara pada Februari tahun ini. "Investor asing mulai kehilangan kepercayaan akibat kombinasi faktor global dan domestik," kata Hendra, founder Stocknow sekaligus analis pasar saham.
(ibn/wep)