Yongchang Chin - Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak stabil setelah menguat selama dua hari, di mana prospek ekonomi China dan risiko geopolitik di Timur Tengah masih menjadi fokus.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di atas US$67 per barel setelah melesat 1,5% selama dua sesi terakhir, dan Brent ditutup mendekati US$71 pada Senin (17/3/2025) waktu setempat.
Ada sinyal-sinyal optimis dari dua konsumen minyak mentah terbesar di dunia. Beijing merencanakan langkah-langkah lebih lanjut untuk meningkatkan konsumsi. Sementara itu, penjualan ritel AS lebih kuat dari yang diperkirakan — meski masih menunjukkan sedikit perlambatan.
Kekhawatiran geopolitik juga masih ada setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan ia memprediksi akan ada serangan dari Houthi Yaman, setara dengan serangan langsung oleh Iran.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sebelumnya mengatakan bahwa serangan AS terhadap target-target Houthi "tidak akan berhenti" sampai kelompok tersebut menghentikan serangan ke kapal-kapal di Laut Merah.
Harga:
- WTI untuk pengiriman April turun 0,3% menjadi US$67,35 per barel pada pukul 7.23 pagi di Singapura.
- Brent untuk pengiriman Mei ditutup 0,7% lebih tinggi jadi US$71,07 per barel.
(bbn)