Sejauh ini, para trader tidak terlalu terkesan dengan data yang tampaknya optimis. Indeks CSI 300 di dalam negeri berayun ke kerugian kecil sementara keuntungan di Indeks Hang Seng China Enterprises menyempit menjadi 0,2% dari sebelumnya 1,1%.
Obligasi 10 tahun China bergerak datar, dengan imbal hasil naik empat basis poin menjadi 1,87%, yang merupakan level tertinggi dalam sekitar satu minggu. Yuan luar negeri memangkas keuntungan, setelah bank sentral mempertahankan kontrol yang ketat pada tingkat referensi harian untuk mata uang tersebut.
Angka-angka ini memberikan gambaran paling komprehensif tentang bagaimana perekonomian terbesar kedua di dunia ini mengalami penurunan sejak Trump memulai perang dagang. China menggabungkan data untuk bulan Januari dan Februari untuk merapikan distorsi yang disebabkan oleh waktu yang tidak teratur dari liburan Tahun Baru Imlek.
Mengangkat belanja konsumen adalah kunci untuk melawan kebijakan AS yang menjungkirbalikkan perdagangan global dan menyebabkan perlambatan ekspor China, yang berkontribusi pada hampir sepertiga dari ekspansi ekonomi negara tersebut pada tahun 2024.
Pengiriman ke luar negeri oleh China telah mendukung produksi industri di awal tahun ini, menurut Jacqueline Rong, kepala ekonom China di BNP Paribas SA. Ekspor mencapai rekor US$540 miliar dalam dua bulan pertama tahun ini.

“Ke depannya, dampak tarif terhadap ekspor akan terlihat cepat atau lambat, dan risiko-risiko penurunan terhadap ekspor pasti akan muncul,” ujar Rong.
Rencana Stimulus Dongkrak Konsumsi
Pemerintah China meluncurkan sebuah rencana aksi khusus yang bertujuan untuk meningkatkan kembali konsumsi di negara ini pada akhir pekan lalu. Ini menandai upaya terbaru China untuk mendorong permintaan domestik guna menopang target pertumbuhan ekonomi ambisius sekitar 5%.
Para investor menunggu petunjuk lebih lanjut dari para pejabat tinggi dalam sebuah konferensi pers yang akan diadakan pada pukul 15.00 waktu setempat hari Senin mengenai langkah-langkah untuk meningkatkan konsumsi.
Keuntungan dalam penjualan ritel terus tertinggal dari pertumbuhan produksi industri, sebuah perbedaan yang terlihat jelas sepanjang tahun lalu. Aktivitas pabrik China kembali berekspansi di bulan Februari, menurut PMI China yang dirilis awal bulan ini.
Meskipun begitu, ekonomi konsumen mulai stabil setelah mengalami perlambatan, dampak subsidi pemerintah membujuk masyarakat membeli ponsel pintar (smartphone), barang-barang rumah tangga, dan mobil baru. Para wisatawan juga berbelanja secara royal selama liburan Tahun Baru Imlek yang berlangsung selama seminggu di awal Februari.
(bbn)