Logo Bloomberg Technoz

Erik Wasson dan Billy House - Bloomberg News

Bloomberg, Partai Demokrat di Senat Amerika Serikat semakin memperkuat posisi mereka dalam kebuntuan dengan Partai Republik terkait pemangkasan anggaran yang didorong oleh Elon Musk. Sementara batas waktu penutupan pemerintahan (shutdown) pada Sabtu (15/03/2025) semakin dekat, belum ada tanda-tanda kesepakatan yang akan tercapai.

Beberapa senator dari Partai Demokrat moderat pada Kamis (13/03/2025) mengisyaratkan bahwa mereka akan memilih untuk memblokir rancangan undang-undang anggaran yang diajukan. Mereka lebih memilih perpanjangan pendanaan selama empat minggu untuk memberi waktu bagi negosiasi lintas partai guna membatasi pengaruh Musk serta membatalkan pemangkasan anggaran sebesar US$1 miliar untuk Distrik Columbia.

Dua senator Partai Demokrat dari negara bagian penentu, Arizona — Mark Kelly dan Ruben Gallego — serta Ben Ray Lujan dari New Mexico, Andy Kim dari New Jersey, dan Mark Warner dari Virginia menyatakan dukungan mereka untuk memblokir rancangan undang-undang tersebut.

Pendukung utama Partai Demokrat menginginkan tindakan tegas untuk membatasi upaya Presiden Donald Trump dan Elon Musk dalam membongkar berbagai lembaga federal. Namun, beberapa Demokrat moderat khawatir bahwa shutdown akan berisiko menimbulkan kritik atas gangguan layanan pemerintahan.

Banyak dari mereka lebih memilih bertarung dalam isu-isu yang lebih populer, seperti perlindungan program Medicaid dan tunjangan sosial lainnya.

Namun, semakin mendekati batas waktu shutdown, suasana di Senat semakin memanas, terutama di antara para senator moderat ini.

"Saya tahu apa yang saya lakukan," ujar Gallego kepada wartawan pada Kamis sore.

Pernyataan itu muncul di tengah pertemuan fraksi Demokrat di Senat yang berlangsung panas, dengan suara-suara lantang terdengar untuk hari ketiga berturut-turut.

Pemimpin mayoritas Senat, Chuck Schumer, sehari sebelumnya menyatakan bahwa Partai Demokrat akan memblokir rancangan undang-undang anggaran dari Partai Republik dan meminta mereka menerima proposal Demokrat yang akan memperpanjang pendanaan hingga 11 April.

Sementara itu, Trump pada Kamis sore menyatakan kesiapannya untuk bernegosiasi langsung dengan Schumer mengenai paket pendanaan.

"Jika mereka membutuhkan saya, saya siap 100%," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Di pihak Republik, pemimpin Senat John Thune mengatakan bahwa ia menunggu Partai Demokrat mengajukan kesepakatan mengenai amandemen agar shutdown bisa dihindari. Yakin bahwa proposal Demokrat tidak akan berhasil, Thune menyatakan bersedia mengizinkan pemungutan suara atas usulan Demokrat jika mereka juga mengizinkan pemungutan suara atas rancangan undang-undang yang telah disetujui DPR.

Para senator moderat di Senat masih belum menentukan sikap apakah mereka akan benar-benar memblokir rancangan undang-undang DPR jika batas waktu shutdown semakin dekat. Senator Jack Reed dari Rhode Island dan Elissa Slotkin memilih menghindar ketika ditanya mengenai sikap mereka.

Kebuntuan ini meningkatkan risiko shutdown pada saat pasar keuangan sedang sangat sensitif terhadap gangguan baru. Saham-saham AS telah mengalami fluktuasi akibat ancaman tarif Trump yang terus berubah-ubah. Namun, pada Kamis pagi, para pelaku pasar lebih fokus pada perkembangan perang dagang, terutama setelah Trump mengancam akan menerapkan tarif 200% pada anggur Eropa, daripada drama anggaran yang sedang berlangsung.

Masih belum jelas apakah Schumer dapat menggalang cukup dukungan dari Demokrat moderat untuk menjalankan ancamannya, apalagi mempertahankan blokade dalam shutdown berkepanjangan—yang bisa menimbulkan dampak politik negatif dan merugikan pegawai federal yang sudah mengalami tekanan.

Pembahasan anggaran ini menjadi momen langka bagi Partai Demokrat untuk memiliki pengaruh di tengah kekalahan mereka dalam pemilihan presiden serta kehilangan kendali atas kedua kamar Kongres. Namun, Partai Republik tetap menolak upaya Demokrat untuk membatasi kekuasaan Musk dalam Departemen Efisiensi Pemerintahan (DOGE).

DPR yang dikuasai Partai Republik telah meloloskan rancangan undang-undang pada Selasa untuk mendanai pemerintahan hingga 30 September. Mereka menantang Demokrat moderat di Senat untuk memblokirnya hanya karena keberatan terhadap kurangnya pembatasan terhadap Musk. Setelah pemungutan suara, anggota DPR dari Partai Republik langsung meninggalkan Washington untuk menjalani libur dua minggu.

Di Senat, diperlukan 60 suara untuk mengatasi hambatan prosedural, sementara Partai Republik hanya memiliki 53 senator.

Thune menyatakan pada Rabu malam bahwa ia bersedia mengizinkan Demokrat mengadakan pemungutan suara atas rancangan undang-undang pendanaan jangka pendek jika mereka setuju dengan semua pemungutan suara akhir terkait rancangan undang-undang DPR, yang dikenal sebagai continuing resolution, sebelum batas waktu berakhir.

"Pada akhirnya, kami ingin mendanai pemerintahan. Semoga mereka juga menginginkannya," kata Thune.

(bbn)

No more pages