Rupiah Bisa Lanjutkan Penguatan di Tengah Kisruh Perang Dagang
Tim Riset Bloomberg Technoz
05 March 2025 07:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah mungkin bisa melanjutkan reli penguatan di tengah tren penurunan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang berlanjut ke level 105,74, ketika perang dagang makin panas dengan aksi balasan Kanada serta China terhadap AS.
Indeks dolar AS kemarin ditutup melemah tajam hampir 1% hingga menyentuh level terlemah dalam tiga bulan terakhir. Pelemahan indeks yang mengukur kekuatan the greenback terhadap enam mata uang utama dunia itu, memberi ruang penguatan pada penguatan rupiah di pasar offshore.
Kontrak rupiah NonDeliverable Forward (NDF) dini hari tadi ditutup melemah di Rp16.410/US$. Sementara pagi ini, rupiah forward bergerak makin menguat di Rp16.398/US$.
Level rupiah NDF itu lebih kuat dibanding posisi penutupan rupiah spot kemarin di Rp16.445/US$, mengindikasikan ada potensi rupiah di pasar spot hari ini akan menguat.
Mayoritas mata Asia juga menguat pada awal perdagangan valas Rabu pagi ini. Dipimpin oleh baht yang naik nilainya 0,48%, ringgit 0,34%, won 0,31% dan yen Jepang 0,08%. Sedangkan yuan offshore melemah 0,10% dan dolar Hong Kong tipis menurun 0,02%.