Deflasi Februari 2025 Dipicu Diskon Tarif Listrik
Dovana Hasiana
03 March 2025 11:39

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kelompok pengeluaran penyumbang deflasi terbesar pada Februari 2025 ialah kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan deflasi sebesar 3,59% dan memberi andil deflasi 0,52%.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan komoditas yang dominan mendorong deflasi pada kelompok ini adalah diskon tarif listrik yang terjadi dan menyumbang andil deflasi mencapai 0,67%.
Sebagai informasi, indeks harga konsumen (IHK) menurun dari 105,99 pada Januari 2025 menjadi 105,48 pada Februari 2025. Artinya, terjadi deflasi pada Februari 2025 mencapai 0,48% secara bulanan (month-to-month/mtm).
Secara tahunan, Indonesia mengalami deflasi 0,09% (year-on-year/yoy), dan deflasi 1,24% dalam perhitungan tahun kalender (year-to-date/ytd).
"Kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi pada Februari, antara lain: kenaikan tarif air minum PAM yang memberi andil inflasi 0,13%, kenaikan harga emas perhiasan dan ada kenaikan harga bensin memberi andil inflasi masing-masing 0,08% dan 0,03%," papar Amalia dalam Konferensi Pers Inflasi Februari, Senin (3/3/2025).