Logo Bloomberg Technoz

Kenapa TikTok Lebih Pilih Bangun Pusat Data di Thailand?

Redaksi
03 March 2025 04:30

Ilustrasi Data Center atau pusat data. (Dok: Bloomberg)
Ilustrasi Data Center atau pusat data. (Dok: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Akhir pekan lalu TikTok menyatakan komitmen investasi pusat data di Bangkok, Thailand, senilai US$8,8 miliar. Kenapa TikTok tidak memilih Indonesia, yang sempat diklaim pejabat lokal memiliki nilai pasar US$5,4 miliar atau sekitar Rp88 triliun di masa depan?

Pemerintah Thailand sebelumnya telah memberi restu atas rencana investasi TikTok US$3,8 miliar. Dengan pernyataan terbaru eksekutif TikTok pada akhir Februari lalu, artinya nilai investasi entitas milik perusahaan teknologi asal China, ByteDance Ltd. ini melonjak lebih dari dua kali lipat.

Perusahaan dalam pernyataan tertulisnya menerangkan bahwa investasi TikTok “merupakan langkah menuju operasi yang lebih terlokalisasi dan efisien yang memungkinkan kami melayani pengguna dan pelanggan kami di Thailand dan Asia Tenggara dengan lebih efektif,” dilansir Bloomberg News, Senin (3/3/2025).

Investasi atas layanan hosting pusat data di Thailand berlaku selama lima tahun, sekaligus menjadi pendukung infrastruktur pengguna lokal termasuk 50 juta user TikTok  di negara berpenduduk 70 juta orang tersebut.

TikTok juga mengungkapkan bahwa hadirnya pusat data dapat memperkuat daya digital negeri Gajah Putih tersebut sekaligus menggiring Thailand menjadi pusat teknologi terkemuka di Asia Tenggara.