Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Wardhana merespons soal isu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di dunia perhotelan akibat efisiensi anggaran.

Menyoal hal itu, Widi mengaku telah berkoordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Ia menegaskan bahwa PHRI belum ada rencana melayangkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawannya. 

"Memang ada dampak tapi kami rasa itu akan sementara, kalo pembicaraan kami belum ada rencana PHK, nanti kami akan klarifikasi lagi dengan mereka," ujar Widi kepada wartawan di Jakarta, dikutip Jumat (28/2).

Sebelumnya diberitakan, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) membeberkan dampak pemangkasan anggaran Kementerian/Lembaga (K/L), termasuk perjalanan dinas terhadap usaha hotel.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi B. Sukamdani menyebut pendapatan perusahaan hotel bintang 3, 4 dan 5 berpotensi kehilangan Rp24,5 triliun.

Meski demikian, Hariyadi masih belum ingin menyebut daerah mana saja yang terdampak.

"Nah itu kami sudah hitung, kurang lebihnya potensi hilangnya itu adalah Rp24,5 triliun," kata Hariyadi dalam acara Munas XVII PHRI Tahun 2025, Selasa (11/2/2025).

"Jadi itu terasa sekali, ordernya pun belum ada gitu. Karena memang semuanya sudah ditahan, untuk tidak ada pergerakan yang terkait dengan meeting, perjalanan dinas, dan juga kegiatan-kegiatan sosialisasi."

(dec/spt)

No more pages