Logo Bloomberg Technoz

Ekonom Sebut Investasi Apple di Indonesia Masih Kurang Strategis

Pramesti Regita Cindy
27 February 2025 17:00

Tampilan layar utama iPhone. (Bloomberg)
Tampilan layar utama iPhone. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE), Mohammad Faisal menilai upaya kesepakatan proposal investasi antara pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan Apple Inc, masih tidak memenuhi apa yang diharapkan negara sebelumnya. 

Meski begitu hal ini masih lebih baik atau setidaknya ada kemajuan dibandingkan dengan sebelumnya. Namun, ia tetap menyoroti salah satu poin investasi Apple di Indonesia yang hanya memproduksi komponen aksesoris.

“Kalau aksesoris itu, misalkan apakah earphones atau apa itu juga kan aksesoris, berbeda dengan yang value chain, yang terkait dengan komponen dalam handset sendiri,” kata Faisal ketika dihubungi oleh Bloomberg Technoz, dikutip Kamis (27/2/2025).

“Itu yang sebetulnya ekspektasi kita, karena kalau cuma aksesoris, sudah banyak sebetulnya pabrik-pabrik dari merk-merk lain yang ada di Indonesia yaitu yang memproduksi aksesoris untuk merk-merk global, termasuk di antaranya produk-produk Korea misalnya.”

Sebagai catatan, dalam detail poin kesepakatan antara Kemenperin dengan Apple, Menteri Perindustian Agus Gumiwang menerangkan bahwa Apple menegaskan komitmen investasinya, melalui vendor perusahaan serta mengikutsertakan Indonesia sebagai bagian dari global value chain perusahaan.