Logo Bloomberg Technoz

Saham Konsumen Berguguran, Cek Prospeknya Jelang Ramadan

Muhammad Julian Fadli
27 February 2025 08:00

Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Saham-saham konsumen primer diselimuti awan mendung. Ini akibat lonjakan harga bahan baku, pelemahan daya beli masyarakat yang amat menekan, juga dibayang-bayangi oleh implementasi cukai Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) di Semester II-2025.

Sentimen kurang positif itu menyeret gerak saham di sektor ini hingga terpeleset dalam di zona merah. Saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) misalnya, jatuh 7,28% ke posisi Rp10.500/saham.

Penutupan Saham ICBP pada Rabu 26 Februari 2025 (Bloomberg)

Berikut rinciannya berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, Rabu (26/2/2025).

  1. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) turun 825 poin atau setara 7,28% ke level Rp10.500/saham
  2. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) turun 170 poin atau setara 7,05% ke level Rp2.240/saham
  3. PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND) turun 50 poin atau setara 6,25% ke level Rp750/saham
  4. PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun 120 poin atau setara 5,28% ke level Rp2.150/saham
  5. PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) turun 24 poin atau setara 4,86% ke level Rp470/saham
  6. PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) turun 30 poin atau setara 4,38% ke level Rp655/saham
  7. PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) turun 140 poin atau setara 3,08% ke level Rp4.400/saham
  8. PT Ultrajaya Milk Industry Tbk (ULTJ) turun 45 poin atau setara 3,08% ke level Rp1.415/saham
  9. PT Campina Es Krim Tbk (CAMP) turun 4 poin atau setara 2,38% ke level Rp164/saham
  10. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) turun 45 poin atau setara 2,28% ke level Rp1.930/saham
  11. PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) turun 15 poin atau setara 2,08% ke level Rp710/saham
  12. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turun 100 poin atau setara 1,28% ke level Rp7.725/saham

Seperti diketahui, harga komoditas amat berfluktuasi membuat harga bahan baku Perusahaan konsumen primer ikut naik, sehingga harga jual rata-rata (Average Selling Price/ASP) turut melejit.

Riset Panin Sekuritas menyebut di sepanjang 2024 adanya lonjakan harga bahan baku yang signifikan dari mulai Cocoa mencapai 151,1% YoY, Coffee Robusta sentuh 54,7% YoY hingga CPO di angka kenaikan 13,4% YoY hal ini membuat margin para pemain Fast Moving Consumer Goods/ FMCG dapat tergerus sehingga perlu kebijakan gramasi atau bahkan meninggikan harga jual jadi pilihannya.