Logo Bloomberg Technoz

IHSG Ditutup Melemah 0,78% Saat Danantara Resmi Diluncurkan

Muhammad Julian Fadli
24 February 2025 16:57

Karyawan memfoto layar pergerakan perdagangan saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan memfoto layar pergerakan perdagangan saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan kehilangan 53,4 poin (0,78%) di 6.749,6 pada Senin (24/2/2025). Adapun Rupiah berhasil menguat 0,18% di Rp16.275/US$ saat Presiden Prabowo Subianto meresmikan pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, Danantara Indonesia.

Pada perdagangan sepanjang hari IHSG bergerak terus melemah sejak pagi, rentang perdagangan terjadi 6.818,79–6.732,4. Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp12,18 triliun dari sejumlah 33,68 miliar saham yang diperjualbelikan dengan frekuensi terbilang 1,21 juta kali.

Penutupan IHSG Sesi II pada Senin 24 Februari 2025 (Bloomberg)

Tercatat ada penguatan 223 saham, dan sebanyak-banyaknya 351 saham terjadi pelemahan. Sedangkan terdapat 218 saham stagnan.

Saham-saham infrastruktur, saham barang baku, dan saham energi menjadi pemberat IHSG dengan tekanan mencapai 2,10%, 1,80%, dan 1,65%, disusul oleh pelemahan pada saham keuangan dengan drop 0,85%. Saham-saham teknologi justru solid di zona hijau dengan penguatan 7,28%.

Sejumlah saham infrastruktur yang menjadi pendorong pelemahan IHSG ialah, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) yang jatuh 13,6%, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) ambles 8,7% terutama saham PT LinkNet Tbk (LINK) drop 7,8%.