Logo Bloomberg Technoz

Yihui Xie dan Katharine Gemmell - Bloomberg News

Bloomberg, Vietnam akan mengenakan tarif anti-dumping terhadap baja asal China, mengikuti langkah Korea Selatan dan negara lain dalam merespons lonjakan pasokan dari produsen baja terbesar di dunia.

Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam dalam pernyataannya pada Jumat (21/2/2025) mengumumkan bahwa negara tersebut akan menerapkan tarif sementara pada beberapa jenis hot-rolled coil (HRC) mulai awal Maret. Vietnam sendiri merupakan salah satu pembeli terbesar baja China di luar negeri, dengan HRC sebagai salah satu produk ekspor utama China.

Lonjakan ekspor baja China terjadi setelah industri konstruksi dalam negeri mengalami perlambatan signifikan. Pada 2024, ekspor baja China mencapai titik tertinggi dalam sembilan tahun terakhir. Kondisi ini memicu Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengusulkan tarif 25% terhadap seluruh impor baja AS dan mendorong negara lain seperti Korea Selatan, Brasil, dan India untuk mempertimbangkan kebijakan serupa.

Serangkaian kebijakan proteksionisme ini semakin menekan Beijing untuk mengendalikan industri baja raksasanya yang telah mencapai produksi lebih dari satu miliar ton per tahun, sementara permintaan domestik terus melambat. Akibatnya, harga kontrak berjangka baja di China turun hingga 1,8%, sedangkan saham produsen baja di Vietnam justru mengalami kenaikan.

Keputusan tarif ini “seharusnya mendorong pemerintah China untuk kembali melakukan reformasi pasokan guna meningkatkan disiplin produksi dan profitabilitas industri,” tulis analis Citigroup Inc, Jack Shang, dalam sebuah catatan riset.

Vietnam akan menerapkan tarif sementara sebesar 19,38% hingga 27,83% mulai 7 Maret mendatang selama 120 hari. Tahun lalu, China mengekspor sekitar 8 juta ton HRC ke Vietnam, dan tarif ini diperkirakan akan berdampak pada sekitar 50% dari volume tersebut, menurut analisis Citigroup berdasarkan diskusi dengan pelaku industri.

Penyelidikan anti-dumping ini dipicu oleh permintaan dari Hoa Phat Group dan Formosa Ha Tinh Steel Corp, dua produsen baja besar Vietnam, yang tahun lalu meminta pemerintah menyelidiki impor baja dari India dan China. Namun, untuk saat ini, pemerintah Vietnam tidak akan mengenakan tarif terhadap baja asal India.

Pada Jumat pagi waktu setempat, kontrak berjangka HRC di Bursa Shanghai turun 1,3%, sementara harga bijih besi di Bursa Singapura tetap stabil di angka US$107,45 per ton.

(bbn)

No more pages