Sejumlah dinamika membuat harga emas bertahan di level tinggi. Pertama adalah kebijakan perdagangan luar negeri Amerika Serikat (AS).
Di bawah komando Presiden Donald Trump. AS menebar ancaman bakal memberlakukan tarif bea masuk yang lebih tinggi bagi impor dari berbagai negara. Tarif itu kemungkinan akan bersifat resiprokal, berdasarkan seberapa dalam defisit perdagangan yang diderita Negeri Paman Sam.
Kedua, masih dari AS, Trump berencana bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mencoba mengakhiri perang di Ukraina. Namun upaya mengakhiri perang malah tidak melibatkan Ukraina.
Trump justru menyudutkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. Dalam unggahan di media sosial, eks pembawa acara reality show The Apprentice itu menyebut Zelenskiy sebagai komedian yang kesuksesannya biasa saja dan bahkan seorang diktator.
Perkembangan hubungan AS-Ukraina pun memantik reaksi. Olaf Scholz, Kanselir Jerman, menyebut pertanyaan Trump “salah dan berbahaya”.
Ketegangan geopolitik yang meningkat membuat investor was-was. Akibatnya, pelaku pasar melirik emas yang dipandang sebagai aset aman (safe haven asset).
Faktor ketiga yang membuat harga emas tetap tinggi adalah perkembangan nilai tukar dolar AS. Sepanjang pekan ini, Dollar Index (yang mengukur posisi greenback di hadapan 6 mata uang utama dunia) melemah tipis 0,06%.
Dollar Index kini melemah 3 minggu berturut-turut.

Emas adalah aset yang dibanderol dalam dolar AS. Saat mata uang Negeri Adikuasa terdepresiasi, maka emas jadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain.
Analisis Teknikal
Setelah naik minggu ini, bagaimana dengan proyeksi harga emas untuk pekan depan? Apakah rekor akan kembali tercipta?
Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), emas mantap di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 75,4.
RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun waspada, karena RSI di atas 70 berarti sudah jenuh beli (overbought).
Sementara indikator Stochastic RSI ada di 100. Sudah paling tinggi, sangat jenuh beli.
Oleh karena itu, harga emas sebenarnya berisiko turun. Cermati pivot point di US$ 2.894/troy ons. Dari sini, target support ada di kisaran US$ 2.849-2.751/troy ons.
Sedangkan target resisten terdekat ada di US$ 2.948/troy ons. Penembusan di titik ini berpotensi mengangkat harga emas ke rentang US$ 2.978-2.999/troy ons.
(aji)