Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketua Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) Dr. Moh. Subuh, MPPM mengusulkan regulasi kepada pemerintah soal pengawasan garam, gula dan lemak di restoran Indonesia.

Diketahui, penyakit jantung dan tekanan darah tinggi semakin menjadi ancaman utama bagi masyarakat Indonesia. Konsumsi garam berlebih dan lemak trans buatan merupakan dua faktor risiko utama.

Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa hampir 75% kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit tidak menular (PTM), yang sebenarnya dapat dicegah dengan pola makan sehat. 

Penyakit kardiovaskular (PKV) seperti serangan jantung dan stroke menjadi penyebab utama kematian di Indonesia, merenggut hampir 800.000 nyawa setiap tahunnya.

"Ya artinya gini, jadi harus ada pemahaman ya dari produsen makanan tersebut. Karena apa, kalau nggak kita berikan pemahaman kepada mereka, mereka, ya masyarakat Indonesia ya, masyarakat Indonesia hobinya makan ikan teri dari kecil, bayangkan," ujar Subuh saat ditemui Jakarta Selatan, Rabu (19/2).

"Masyarakat Indonesia suka sekali makan makanan yang gulanya tinggi. Dan kita juga suka sekali dengan goreng-gorengan."

Menurut Subuh  yang paling penting lagi dari unsur pemerintah daerah  membuat semacam public awareness, melalui iklan kesehatan masyarakat.

"Jadi literasi-literasi public awareness ya, semacam iklan-iklan, sehingga apa, sehingga seluruh lapisan masyarakat itu bisa mengerti bagaimana mereka bisa membatasi makanan yang ada," ujarnya.

Selain itu, menurut dia, dianggap perlu sebuah restoran mencantumkan kandungan garam, gula dan lemak. Hal ini sudah diatur dari peraturan BPOM 2019 mengenai kemasan pangan.

"Labeling itu harus ada. Jadi mungkin saja kalau misalnya diatur oleh aturan regulasi yang selama ini sudah ada," ujarnya.

"Tetapi inget ya, di Undang-Undang 17 2023 tentang kesehatan,  kemudian yang dijelaskan lagi di Peraturan Pemerintah 28 2024, itu sebenarnya tegas pengaturan gula, garam, dan lemak. Dan juga masalah dendanya, denda dan hukumannya. Nah ini saja yang harusnya kita pakai," imbuhnya.

Sebagai upaya menangani krisis ini, para pemangku kebijakan dan pakar kesehatan terkemuka dari Kementerian Kesehatan Indonesia, berbagai lembaga pemerintah terkait, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), organisasi masyarakat sipil, serta mitra lainnya berkumpul hari ini.

Mereka membahas strategi pangan dan memperkuat inisiatif gizi, seperti penghapusan lemak trans dan pengurangan garam terbukti efektif menekan PKV di beberapa negara.

(dec/spt)

No more pages