Bulan lalu, Gubernur Perry Warjiyo dan kolega memutuskan untuk menurunkan BI Rate 25 bps menjadi 5,75%. Keputusan yang mengejutkan, karena benar-benar di luar perkiraan pasar.
Kala itu, sejumlah pihak menyebut isu politik menjadi pertimbangan penting di balik keputusan itu. Sebelum RDG, kantor BI digeledah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mencari bukti tentang penyelewengan di Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).
“Kami berspekulasi bahwa BI mengalami tekanan secara politik untuk menurunkan suku bunga demi pertumbuhan kredit,” ungkap riset NH Korindo Sekuritas Indonesia, bulan lalu.
Bulan ini, isu politik pun belum reda, Bahkan ada selentingan bahwa posisi Gubernur Perry tidak aman, rawan dicopot.
(lav)
No more pages