Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerhati teknologi khususnya seputar kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), tengah menanti rilisan terbaru model AI milik orang terkaya dunia, Elon Musk, Grok 3, pada Senin (17/2/2025) pukul 8 malam waktu AS.
Ekspektasi atas Grok 3 cukup tinggi dengan Elon Musk sendiri berpeluang akan mendemokan model AI terbaru, yang terintegrasi dengan ekosistem Tesla, perusahaan produsen mobil listrik (dimiliki Elon Musk).
Bulan lalu, Musk mengonfirmasi bahwa Grok akan segera diintegrasikan ke dalam mobil Tesla, yang memungkinkan interaksi perintah suaram dilansir dari Benzinga, Selasa (18/2/2025).
Grok memang membutuhkan data untuk pembelajaran, dan Tesla adalah satu satu saluran penting agar model AI bisa berkembang semakin canggih dalam pemodelan penalaran. Pemilik Tesla pun mendapatkan layanan bantuan yang lebih kompleks.
Pembaruan Grok 3 menjadikan pengguna mobil listrik Tesla berpeluang mengakses informasi secara real-time, seperti bertanya tentang kondisi cuaca, pembaruan lalu lintas, atau bahkan meminta bantuan yang lebih kompleks selama berkendara.
Grok 3 juga disinyalir akan lebih canggih karena mampu memperbaiki kesalahannya atau mengoreksi output. Mode live-voice di Grok juga mendapat pembaruan, menurut rumor, alhasil memungkinkan pengguna untuk berinteraksi secara alami menggunakan perintah yang diucapkan.
xAI, lembaga yang mengembangkan chatbot Grok memiliki valuasi US$50 miliar. xAI berkembang pesat, berusaha menyaingi pencapaian OpenAI, yang mempopulerkan kecerdasan buatan di publik dan telah rilis 9 tahun lalu.
Elon Musk saat gelaran World Government Summit di Dubai pekan lalu klaim Grok 3 sebagai model AI paling canggih sejauh ini dibandingkan model AI rival-rivalnya.
Model tersebut dilatih pada data sintetis dan mampu merefleksikan kesalahan yang dibuatnya dengan menelusuri data untuk mencapai konsistensi logis, kata Musk.
(wep)