Logo Bloomberg Technoz

Investor Asing Borong Saham Bank, BBRI Paling Banyak

Muhammad Julian Fadli
18 February 2025 08:30

Pelajar memfoto layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pelajar memfoto layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pada perdagangan saham kemarin, Senin 17 Februari 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau dengan penguatan mencapai 192,42 poin atau setara sekitar 2,9% ke level 6.830,88.

Sejalan dengan penguatan IHSG, investor asing gencar melangsungkan aksi beli bersih (net buy) mencapai Rp1,08 triliun pada perdagangan saham di seluruh pasar, Rp975,36 miliar di antaranya ada di pasar reguler.

Investor asing mencatatkan net buy terbanyak pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), mencapai Rp371,64 miliar. Bersamaan dengan derasnya aksi beli, saham BBRI berhasil menguat 4,40% di posisi Rp4.030/saham.

Penutupan Saham BBRI pada Senin 17 Februari 2025 (Bloomberg)

Berikut 10 saham dengan angka net buy tertinggi yang paling jadi incaran oleh investor asing selama perdagangan Senin (17/2/2025):

  1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp371,64 miliar
  2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp217,4 miliar
  3. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp162,84 miliar
  4. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp162,19 miliar
  5. PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp60,73 miliar
  6. PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) Rp45,72 miliar
  7. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp38,77 miliar
  8. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp32,75 miliar
  9. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp31,39 miliar
  10. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) Rp22,08 miliar

Sedang, investor asing mencatat net sell yang besar pada saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) mencapai Rp68,68 miliar. Imbas tekanan jual yang masif, saham WIFI melemah 4,17% dan ditutup di posisi Rp1.725/saham.

Penutupan Saham WIFI pada Senin 17 Februari 2025 (Bloomberg)