Bloomberg Technoz, Jakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebut keputusan investasi akhir atau final investment decision (FID) untuk Blok Indonesia Deepwater Development (IDD) dan South Andaman ditargetkan rampung pertengahan tahun ini.
Proyek IDD digarap oleh perusahaan migas Italia, Eni SpA; sedangkan South Andaman dipenggawai oleh perusahaan energi Uni Emirat Arab (UEA), Mubadala Energy.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan saat ini kedua perusahaan tersebut tengah gencar memasarkan dan mencari pembeli atau offtaker gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) di masing-masing blok yang mereka kelola tersebut.
“[Eni dan Mubadala] sedang memasarkan gasnya. Paralel, mereka menyiapkan FEED [front end engineering design]-nya, pengadaan longe-lead item, dan booking shipyard, serta pendanaannya,” kata Djoko saat dimintai konfirmasi, Senin (17/2/2025).
“Untuk FID-nya pertengahan tahun ini,” lanjutnya. Saat ditanya lebih lanjut apakah keputusan investasi final tersebut berpotensi rampung pada Juli, Djoko menjawab, “Iya.”

Dalam laporannya pada pertengahan November 2024, SKK Migas menyebut revisi rencana pengembangan atau plan of development (PoD) IDD dan Geng North terhadap Lapangan Gendalo, Maha, Gandang, Gehem, dan Bangka telah disetujui pada 13 Agustus 2024.
Adapun, AFE FEED Kutai Northern Hub juga telah disetujui pada 24 September 2024. Lapangan ini memiliki target produksi 517 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd) dan cadangan 6,3 triliun kaki kubik (tcf).
Estimasi total investasi pengembangan Blok IDD garapan Eni mencapai sekitar US$14,8 miliar, dengan perincian investasi untuk pengembangan Blok IDD bagian utara (Northern Hub) meliputi Gehem-Geng North mencapai sekitar US$11,4 miliar.
Sementara itu, total investasi blok bagian selatan (Southern Hub) meliputi Gendalo—Gandang mencapai sekitar US$3,4 miliar atau Rp51 triliun.
Eni sebelumnya mengambil alih proyek IDD dari anak usaha Chevron Corp yaitu PT Chevron Pacific Indonesia, yang sebelumnya mengantongi hak partisipasi atau participating interest (PI) sebesar 65% atas proyek tersebut.
Kedua pihak diketahui sudah menemui kata sepakat setelah melalui proses negosiasi yang alot. Setelah proses akuisisi, Eni dikatakan tidak perlu melakukan revisi POD terhadap proyek migas laut dalam di Kutai Basin, Kalimantan Timur tersebut.

Untuk Blok South Andaman, PoD dirampungkan pada Oktober 2024 oleh Mubadala. Perusahaan energi UEA itu sebelumnya berhasil menemukan Sumur Layaran-1 dengan potensi gas mencapai 6 tcf gas in-place dan Sumur Tangkulo-1 dengan potensi gas sebesar 2 tcf gas in-place.
Rencananya, produksi gas dari Blok South Andaman nantinya bakal disalurkan ke Sumatra, melalui metode pencairan menjadi gas alam air atau LNG. Blok ini ditargetkan bisa onstream atau memulai produksi pada 2027.
-- Dengan asistensi Mis Fransiska Dewi
(wdh)