Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tiga negara asal utama impor nonmigas adalah China, Jepang dan Amerika Serikat (AS) pada Januari 2025.
Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan total pangsa impor dari ketiga negara tersebut adalah 53,2%. Rinciannya, China sebesar 40,86%, Jepang 7,42% dan AS 4,92%.
Amalia memaparkan nilai impor dari China US$6,34 miliar; Jepang US$1,15 miliar; Amerika Serikat US$0,76 miliar; ASEAN US$2,39 miliar; Uni Eropa US$0,87 miliar; dan lainnya US$4 miliar.
"Nilai impor nonmigas dari China, Jepang, ASEAN dan Uni Eropa mengalami penurunan secara bulanan [month-to-month/mtm]," ujar Amalia dalam konferensi pers, Senin (17/2/2025).
Secara tahunan (year-on-year/yoy), nilai impor nonmigas dari China dan Jepang mengalami kenaikan. Sementara itu, impor dari AS, ASEAN dan Uni Eropa mengalami penurunan.
BPS melaporkan nilai impor Indonesia pada Januari 2025 tercatat US$18 miliar atau menurun 2,67% (yoy) dibanding Januari 2024.
Amalia menyebutkan nilai impor migas pada Januari 2025 tercatat US$2,48 miliar atau menurun 7,99% (yoy). Sedangkan nilai impor nonmigas tercatat US$15,51 miliar atau menyusut 1,76% (yoy).
"Nilai impor Indonesia juga tercatat turun 15,18% secara bulanan (month-to-month/mtm) dibanding Desember 2024," ujarnya.
Neraca perdagangan barang Indonesia mencatatkan surplus US3,45 miliar atau naik US$1,45 miliar pada Januari 2025 dalam perhitungan tahunan (year-on-year/yoy), dan meningkat US$1,21 miliar secara bulanan (month-to-month/mtm).
Amalia mengklaim surplus neraca perdagangan saat ini tercatat lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya dan periode yang sama tahun lalu.
"Dengan kinerja ekspor impor kali ini, neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 57 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," katanya.
(lav)