Mark Gurman - Bloomberg News
Bloomberg, Apple Inc. dan Google milik Alphabet Inc. mengembalikan TikTok milik ByteDance Ltd. ke toko aplikasi mereka pada, Kamis (13/2/2025), setelah mendapat jaminan dari pemerintahan Trump larangan akan segera dicabut.
Kedua perusahaan tersebut telah menghapus TikTok di Amerika Serikat (AS) bulan lalu untuk mematuhi undang-undang yang disahkan pada 2024. Dalam sebuah perintah eksekutif pada 20 Januari, Trump mengatakan bahwa dia menginstruksikan jaksa agung “untuk tidak mengambil tindakan apa pun untuk menegakkan undang-undang tersebut untuk jangka waktu 75 hari sejak hari ini untuk memberikan kesempatan kepada pemerintahan saya untuk menentukan langkah yang tepat ke depannya.”
Apple yang berbasis di Cupertino, California, mengonfirmasi bahwa aplikasi tersebut akan kembali pada Kamis malam. Perangkat lunak ini telah kembali ke Google Play Store. Bloomberg News adalah yang pertama kali melaporkan langkah tersebut.
Langkah ini dilakukan setelah ketidakpastian mengenai masa depan TikTok selama berminggu-minggu. Aplikasi video ini sempat tidak dapat diakses bulan lalu untuk mematuhi larangan federal, tapi kemudian kembali lagi setelah Trump bersumpah untuk menghentikan penegakan hukum. Namun Apple dan Google tidak segera mengembalikan perangkat lunak tersebut ke toko aplikasi mereka.
Anggota parlemen AS meloloskan larangan tersebut karena kekhawatiran tentang kepemilikan TikTok di Cina, karena khawatir aplikasi populer ini dapat digunakan untuk memata-matai warga Amerika. Cina mewajibkan perusahaan-perusahaannya untuk berbagi data dengan pemerintah jika diminta.
Undang-undang federal yang disebut Protecting Americans from Foreign Adversary Controlled Applications Act (Undang-Undang Perlindungan Warga Amerika dari Aplikasi yang Dikendalikan oleh Pihak Asing), didukung oleh Partai Demokrat dan Partai Republik di Kongres dan ditandatangani oleh Presiden Joe Biden pada bulan April lalu. Undang-undang tersebut mengharuskan pelarangan TikTok di seluruh negeri kecuali ByteDance melakukan “divestasi yang memenuhi syarat” pada 19 Januari. Itu berarti bagian bisnis AS harus dijual.
Trump sebelumnya mendukung larangan tersebut, namun kini mengubah posisinya. “Saya kira saya memiliki tempat yang hangat untuk TikTok yang awalnya tidak saya miliki,” katanya saat menandatangani perintah eksekutif.
TikTok tidak segera menanggapi permintaan komentar.
(bbn)