Kenaikan harga kebutuhan pokok, dari perumahan hingga makanan, masih menjadi sumber kekhawatiran bagi masyarakat. Partai berkuasa kemungkinan akan berupaya meredakan kecemasan ini menjelang pemilu yang harus diadakan paling lambat November 2025. Perdana Menteri Lawrence Wong diperkirakan akan mengumumkan langkah-langkah baru untuk mendukung warga rentan dan meningkatkan daya saing dalam pidato anggarannya pada 18 Februari mendatang.
Pemerintah tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2025 di kisaran 1%-3%.
"Ketidakpastian dalam ekonomi global masih tinggi, dengan risiko cenderung lebih besar ke arah perlambatan," kata Kementerian Perdagangan dan Industri dalam pernyataannya. "Sektor manufaktur dan jasa yang terkait perdagangan di Singapura diperkirakan akan terus berkembang pada 2025, meskipun laju pertumbuhannya kemungkinan lebih moderat dibandingkan 2024."
Di sisi lain, sektor yang berorientasi pada konsumen seperti perdagangan ritel serta makanan dan minuman diperkirakan akan tetap lesu. Pemerintah menyebut peningkatan perjalanan warga Singapura ke luar negeri sebagai salah satu faktornya, meskipun sektor pariwisata asing terus pulih.
Bloomberg Economics memperkirakan pemulihan tajam ekonomi Singapura pada 2024 tidak akan berlanjut tahun ini. Sebagai salah satu ekonomi yang paling bergantung pada perdagangan di kawasan, Singapura tetap rentan terhadap meningkatnya proteksionisme global.
Otoritas Moneter Singapura (MAS), yang bulan lalu mulai melonggarkan kebijakan moneternya, kemungkinan akan melanjutkan pelonggaran lebih lanjut pada 2025. Dalam keputusan terakhirnya, MAS sedikit menurunkan kemiringan jalur nilai tukar dolar Singapura, tetapi tidak mengubah lebar atau titik tengahnya. Ini menunjukkan bahwa apresiasi dolar Singapura terhadap mata uang mitra dagangnya akan melambat.
MAS juga menurunkan proyeksi inflasi inti—indeks harga yang menjadi acuan utama kebijakan bank sentral—ke kisaran 1%-2% untuk tahun ini, dari perkiraan sebelumnya 1,5%-2,5%. Keputusan kebijakan moneter berikutnya dijadwalkan pada April 2025.
(bbn)