Logo Bloomberg Technoz

Indeks Dolar AS 'Rungkad', Rupiah Bersiap Menguat

Tim Riset Bloomberg Technoz
14 February 2025 07:30

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu bank di Jakarta, Selasa (16/1/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu bank di Jakarta, Selasa (16/1/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan hari terakhir pekan ini, di tengah sentimen pasar global yang melemahkan pamor dolar Amerika Serikat (AS).

Indeks dolar AS tadi malam ditutup melemah 0,58% ke level 107,31, setelah Presiden Donald Trump mengatakan tengah mempersiapkan penerapan kebijakan tarif impor per negara mitra dagang AS, akan tetapi paling cepat direalisasikan pada April nanti.

Walau kabar itu juga mengimplikasikan adanya potensi Perang Dagang 2.0 akan makin meluas, namun penetapan yang diperkirakan baru akan dimulai secepatnya pada April, memberi kelegaan pada pasar.

Itu menjadi kabar baik bagi aset emerging market, tak terkecuali rupiah. Imbal hasil investasi surat utang AS turun lagi ke 4,53% untuk tenor 10Y, memperlebar lagi selisih dengan yield aset di Indonesia.

Di pasar offshore, rupiah NonDeliverable Forward tadi malam ditutup menguat cukup banyak hingga 0,75% dan kembali ke kisaran Rp16.281/US$. Pagi ini, gerak rupiah di pasar offshore masih stabil di rentang tersebut, mengisyaratkan pola penguatan serupa mungkin akan terjadi di pasar spot hari ini.