Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan laba bersih Rp3,36 triliun sepanjang 2024. Angka ini turun 30% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp4,8 triliun.
Penurunan pendapatan menjadi pemicu utama anjloknya laba UNVR.
"Untuk 2024, penjualan bersih yang telah kami laporkan adalah Rp35,1 triliun, yang merupakan penurunan 9% secara tahunan," ujar Presiden Direktur UNVR Benjie Yap dalam keterbukaan informasi, Kamis (12/2/2025).
Faktor utama penurunan pendapatan adalah, penurnan volume penjualan domestik sebesar 8,7% secara tahunan. Penurunan ini imbas kenaikan harga.
Pada saat yang sama, volume penjualan ekspor juga turun 17,7%.
“Penjualan domestik terkoreksi sebesar 8,7% dari tahun ke tahun karena Pertumbuhan Harga Dasar (UPG) yang negatif sebesar -3,6% dan pertumbuhan volume dasar (UVG) yang negatif sebesar -5,2%,” kata Benjie.
Jika diperinci lebih lanjut, penurunan penjualan UNVR disebabkan oleh penurunan penjualan di segmen kebutuhan rumah tangga sebesar 10,83 secara tahunan menjadi Rp22,42 triliun.
Sedangkan dari segmen makanan dan minuman turun 5,56% menjadi Rp12,71 triliun secara tahunan.
Beban pokok perseroan juga turun sebesar 5,18% secara tahunan menjadi Rp18,41 triliun, yang menyebabkan perseroan meraih laba kotor UNVR tertekan 12,89% atau Rp16,71 triliun sepanjang 2024. Dibandingkan laba UNVR tahun sebelumnya, membukukan laba sebesar Rp4,41 triliun pada tahun 2023 yang menurun sebesar 29,69%.
(dhf)