Bloomberg Technoz, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menargetkan penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua dan Papua Tengah mulai 17 Februari 2025.
Dadan mengatakan, saat ini proses persiapan untuk penyaluran Makan bergizi Gratis di kedua provinsi tersebut sudah rampung.
"[Proses] sudah tuntas. Nanti 17 Februari sudah ada di Papua dan Papua Tengah," ujar Dadan saat ditemui di Kompleks Parlemen, dikutip Kamis (13/2/2025).
Dadan tidak menjelaskan dengan lengkap ihwal jumlah penerima manfaat di dua provinsi tersebut. Hal yang terang, pemerintah menargetkan lebih dari 2 juta penerima manfaat MBG pada 17 Februari 2025 mendatang. Saat ini, baru 760.000 orang sudah mendapatkan MBG.
"Pokoknya tambahannya lebih banyak dari yang ada sekarang. Saat ini 760.000, nanti kita targetkan lebih dari 2 juta pada 17 Februari," ujarnya.
Sementara terkait penambahan anggaran, Dadan mengatakan, program MBG membutuhkan tambahan Rp25 triliun per bulan bila penerima manfaat ditambah. Maka, dibutuhkan tambahan Rp100 triliun bila peningkatan penerima manfaat dilakukan pada September.
"Jadi tergantung nanti apakah dimulai September, atau dimulai November, atau dimulai Oktober, atau dimulai Desember. Pokoknya hitungannya Rp25 triliun per bulan," ujarnya.
Kendati demikian, Dadan menyampaikan tambahan anggaran tentu akan melalui sejumlah mekanisme pembahasan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal meningkat menjadi Rp171 triliun. Angka itu naik Rp100 triliun dari anggaran saat ini Rp71 triliun pada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2025.
Menurut Sri Mulyani, penambahan anggaran MBG itu bakal memberikan dampak positif terhadap peningkatan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan memberikan manfaat yang berlipat ganda terhadap usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia.
"Apabila program MBG akan ditingkatkan dari Rp71 triliun ditambah Rp100 triliun maka menjadi Rp171 triliun jumlah sentra akan meningkat. Maka saya berharap ini akan menimbulkan multiplier yang luar biasa bagi usaha kecil menengah di seluruh Indonesia," ujar Sri Mulyani dalam agenda BRI Microfinance Outlook 2025, Kamis (30/1/2025).
(dov/spt)